DJIA25383.11
LIVE0(0.00%)
NDX9555.53
LIVE0(0.00%)

Saham AS dibuka melemah seiring investor mengukur dampak coronavirus


Monday, 10 February 2020 21:43 WIB

Indeks NasdaqIndeks S&P 500Indeks Dow JonesSahamAS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_00usfutures.jpg

Saham AS sedikit lebih rendah pada awal perdagangan hari Senin karena pedagang menunggu kejelasan lebih lanjut tentang dampak ekonomi utama dari wabah yang semakin berkembang dari coronavirus, yang telah mengganggu rantai pasokan global yang tergantung pada produksi China di mana virus tersebut berasal.

Saham Dow Jones Industrial Average turun 13 poin, atau kurang dari 0,1% ke level 29.090, indeks S&P 500 turun 1 poin, atau kurang dari 0,1% ke level 3.326 dan indeks Nasdaq Composite turun 8 poin, atau 0,1% ke level 9.512.

Banyak pabrik Cina mulai dibuka kembali pada Senin pasca penutupan berminggu-minggu yang bertujuan mencegah penyebaran virus, karena pejabat di sana memperoleh kepercayaan bahwa penyebarannya akan segera melambat. Tetapi fasilitas lain akan tetap ditutup, sementara Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan bahwa penyebaran virus kemungkinan akan meningkat di negara lain dalam beberapa hari mendatang.

Investor juga memantau hasil pendapatan kuartal keempat, karena musim pendapatan memasuki tahap akhir. Burger King Restaurant Brands International Inc. dan Allergan melaporkan laba Senin pagi yang lebih baik dari perkiraan, mengirim saham mereka lebih tinggi pada pembukaan. (Tgh)

Sumber: MarketWatch


RELATED NEWS

  • Saham-saham Hong Kong mengawali minggu ini dengan sebuah lonjakan pada hari Senin, mengumpulkan lebih dari tiga persen pada bantuan bahwa Donald Trump menahan langkah-langkah berat terhadap China atas...
  • Saham Eropa naik mendekati level tertinggi tiga bulan pada hari Senin di tengah harapan pemulihan global pasca-koronavirus, dengan para investor merasa lega bahwa respons AS terhadap undang-undang kea...
  • Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari tiga persen pada Senin pagi setelah Donald Trump gagal memberikan sanksi ketat pada China atas keputusan Beijing untuk mendorong undang-undang keamanan yang k...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.