DJIA27910.35
LIVE0(0.00%)
NDX8402.61
LIVE0(0.00%)

S&P 500, Dow Turun Dari Rekor Tertinggi Karena Tertekan Oleh Saham Home Depot, Kohl


Tuesday, 19 November 2019 23:31 WIB

DOW JONESS & P 500Saham AS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_NEWYEARS.jpg

S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average turun setelah menyentuh rekor tertinggi pada hari Selasa, tertekan oleh perkiraan yang buruk dari pengecer Home Depot dan Kohl.

Saham perbaikan rumah terbesar di AS turun 5,3% dan merupakan hambatan utama pada dua indeks utama setelah perusahaan memangkas perkiraan penjualan 2019 untuk kedua kalinya tahun ini karena dorongan online tidak memberikan seperti yang diharapkan.

Juga memperburuk suasana adalah Kohl's Corp, yang anjlok sebesar 17,8% karena operator department store memangkas perkiraan laba tahunan setelah menurunnya penjualan yang sebanding dan perkiraan pendapatan.

Sebanyak 6 dari 11 sektor S&P 500 utama bergerak lebih rendah, dengan penurunan 1% indeks konsumen diskresioner yang paling berat.

Saham ritel lainnya juga jatuh karena berita tersebut, mendorong indeks ritel S&P 500 turun 1,2%. Investor menunggu laporan dari Lowe's Cos Inc, Target Corp dan Nordstrom Inc di antara yang lainnya minggu ini.

Pada pukul 10:30 siang, Dow Jones Industrial Average turun 64,44 poin, atau 0,23%, pada level 27.971,78, S&P 500 melemah 2,46 poin, atau 0,08%, pada level 3.119,57 dan Indeks Nasdaq Composite naik 11,13 poin, atau 0,13%, pada level 8.561,07. (knc)

Sumber : Reuters


RELATED NEWS

  • Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari satu persen pada Kamis ini setelah Federal Reserve mengindikasikan akan membiarkan suku bunga tidak berubah tahun depan, sementara investor mengawasi pembicar...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.