DJIA26266.26
LIVE190.96(0.73%)
NDX11005.00
LIVE168.67(1.56%)

Saham Tokyo turun seiring penguatan yen membebani eksportir


Tuesday, 19 November 2019 09:57 WIB

Saham JepangIndeksTopixIndeksNikkei 225


c_740_198_16777215_00_images_assets_NIKKEI2_452321240.jpg

Saham Jepang Nikkei melemah pada hari Selasa seiring investor menunggu kejelasan tentang kemajuan negosiasi perdagangan AS-Cina, dengan eksportir tertekan oleh penguatan yen terhadap dolar.

Saham Nikkei turun 0,2% ke level 23.361,35 jelang perdagangan tengah hari, dan Topix yang lebih luas turun 0,1% ke level 1.698,44.

Indeks utama Wall Street sebagian besar datar, mencari arah pada perdagangan, meskipun mereka mengakhiri hari sedikit naik untuk mencatat level penutupan tinggi.

Semalam, CNBC melaporkan suasana di Beijing pesimis tentang prospek menyegel perjanjian fase-satu dengan Washington.

Di sisi lain, perpanjangan baru yang memungkinkan perusahaan-perusahaan AS untuk terus melakukan bisnis dengan raksasa telekomunikasi China Huawei Technologies Co Ltd menyarankan sesuatu dari cabang zaitun. (Tgh)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

  • Saham-saham Hong Kong ditutup pada Senin ini dengan catatan positif karena harapan untuk vaksin virus membayangi kekhawatiran tentang gelombang infeksi baru di pusat keuangan. Indeks Hang Seng bertam...
  • Indeks acuan Nikkei Tokyo melonjak lebih dari 2,2% pada Senin ini menyusul reli di AS dan Asia serta harapan baru untuk vaksin virus corona. Indeks Nikkei 225 naik 2,22 persen, atau 493,93 poin, ditu...
  • Ditengah harapan baru terkait vaksin virus corona serta jelang dimulainya musim laba perusahaan memberikan gain pada saham Hong Kong di pembukaan perdagangan Senin ini. Indeks Hang Seng naik 0,47 per...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.