DJIA25383.11
LIVE0(0.00%)
NDX9555.53
LIVE0(0.00%)

Saham S&P 500 dan Dow turun dari rekor seiring pembicaraan dagang AS-China terhenti


Thursday, 14 November 2019 23:27 WIB

Indeks NasdaqIndeks S&P 500Indeks Dow JonesSahamAS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_1537305029481oiwhfowbdfqdvoph.jpg

Saham AS diperdagangkan flat-to-lower pada Kamis seiring keraguan tumbuh atas prospek untuk apa yang disebut kesepakatan perdagangan fase pertama antara AS dan China, sehari pasca Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 masing-masing menambah rekor penyelesaian.

Saham Dow Jones Industrial Average kehilangan 35 poin, atau 0,1%, diperdagangkan pada level 27.749, sedangkan indeks S&P 500 turun 2 poin, atau 0,1%, pada level 3.092. Indeks Nasdaq Composite turun 20 poin, atau 0,2%, ke level 8.461.

Prospek kesepakatan perdagangan A.S. Cina tetap menjadi faktor utama yang mempertahankan reli yang telah mendorong rekor tertinggi saham A.S. dalam lima minggu terakhir. (Tgh)

Sumber: MarketWatch


RELATED NEWS

  • Saham-saham Hong Kong mengawali minggu ini dengan sebuah lonjakan pada hari Senin, mengumpulkan lebih dari tiga persen pada bantuan bahwa Donald Trump menahan langkah-langkah berat terhadap China atas...
  • Saham Eropa naik mendekati level tertinggi tiga bulan pada hari Senin di tengah harapan pemulihan global pasca-koronavirus, dengan para investor merasa lega bahwa respons AS terhadap undang-undang kea...
  • Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari tiga persen pada Senin pagi setelah Donald Trump gagal memberikan sanksi ketat pada China atas keputusan Beijing untuk mendorong undang-undang keamanan yang k...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.