DJIA25383.11
LIVE0(0.00%)
NDX9555.53
LIVE0(0.00%)

Saham AS dibuka turun seiring kekhawatiran pertumbuhan global membebani


Monday, 23 September 2019 20:49 WIB

Indeks NasdaqIndeks S&P 500Indeks Dow JonesSahamAS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_904091608-information-board-new-york-stock-exchange-trading-floor-wall-street-street.jpg

Indeks saham AS memulai perdagangan Senin pagi sedikit lebih rendah, dengan para investor khawatir pada tanda-tanda pelemahan pertumbuhan global dan potensi perlambatan internasional untuk membebani ekspansi domestik.

Saham Dow Jones Industrial Average turun 93 poin, atau 0,4%, ke level 26.839, indeks S&P 500 turun 0,2% ke level 2.985, sementara Indeks  Nasdaq Composite diperdagangkan  turun 0,1% ke level  8.105.

Data manufaktur di zona euro,  menunjukkan bahwa sentimen berada di level terendah tujuh tahun, sementara PMI, atau indeks manajer pembelian berada pada level terendah satu dekade di Jerman. Kekhawatiran perdagangan juga tetap menjadi faktor.

Pembatalan kunjungan ke peternakan di Montana dan Nebraska oleh pejabat Cina mengguncang saham dan menggerakkan dukungan untuk aset haven pada hari Jumat, seperti yang dikatakan oleh Presiden Donald Trump, yang mengatakan dia menginginkan kesepakatan sepenuhnya dengan China daripada perjanjian terbatas yang membahas masalah keluhan. Namun para pejabat mengatakan pembicaraan akan berlanjut pada Oktober, seperti yang direncanakan, membantu meredam kekhawatiran, kata para analis. (Tgh)

Sumber: MarketWatch


RELATED NEWS

  • Saham-saham Hong Kong mengawali minggu ini dengan sebuah lonjakan pada hari Senin, mengumpulkan lebih dari tiga persen pada bantuan bahwa Donald Trump menahan langkah-langkah berat terhadap China atas...
  • Saham Eropa naik mendekati level tertinggi tiga bulan pada hari Senin di tengah harapan pemulihan global pasca-koronavirus, dengan para investor merasa lega bahwa respons AS terhadap undang-undang kea...
  • Saham-saham Hong Kong melonjak lebih dari tiga persen pada Senin pagi setelah Donald Trump gagal memberikan sanksi ketat pada China atas keputusan Beijing untuk mendorong undang-undang keamanan yang k...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.