DJIA26738.35
LIVE19.22(0.07%)
NDX7729.43
LIVE0.65(0.01%)

Saham AS Ditutup Melemah untuk Dua Sesi Beruntun Ditengah Gejolak Perang Dagang


Tuesday, 21 May 2019 03:18 WIB

DOW JONESS & P 500Indeks NasdaqSahamAS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_wallstdown.jpg

Saham AS ditutup lebih rendah pada Senin ini, dengan saham teknologi memimpin penurunan untuk sesi kedua beruntun.

Indeks S&P 500 turun sekitar 0,7% berakhir pada level 2.840, sementara indeks Dow Jones Industrial turun 0,3% pada level 25.679. Indeks Nasdaq Composite turun 1,5% ke level 7.702. Kekhawatiran atas hubungan perdagangan AS-China semakin memanas setelah perusahaan teknologi AS mulai mematuhi pembatasan ekspor baru yang dilakukan minggu lalu oleh administrasi Trump terhadap China Huawei Technologies Inc. komponen ke Huawei.

Sementara itu, laporan media pada akhir pekan menunjukkan bahwa AS dan China berada di jalan buntu dalam negosiasi perdagangan, dengan waktu pertemuan berikutnya antara para pemimpin ekonomi terbesar dunia masih belum diputuskan. Dalam berita perusahaan, saham Sprint Corp naik 18,5% setelah Ketua FCC Amit setelah Ketua Komunikasi Federal Ajit Pai mengeluarkan pernyataan pada hari Senin yang mendukung rencana merger dengan T-Mobile US Inc., meskipun laporan pada Senin sore menyarankan Departemen Kehakiman dapat mengambil langkah lebih sikap skeptis terhadap pengambilalihan.(Arl)

Sumber : Marketwatch


RELATED NEWS

  • Bursa saham Hong Kong memulai minggu ini dengan keuntungan kecil pada hari Senin, menghapus kekhawatiran tentang krisis antara AS-Iran untuk fokus pada pembicaraan mendatang antara Donald Trump dan Xi...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.