DJIA25679.90
LIVE-84.10(-0.33%)
NDX7376.70
LIVE-126.98(-1.69%)

Saham AS ditutup lebih rendah terkait krisis mata uang Turki meredam risk appetite


Tuesday, 14 August 2018 04:16 WIB

DOW JONESS & P 500Indeks NasdaqSahamAS


c_740_198_16777215_00_images_assets_USMARKET_down152.jpg

Saham AS ditutup lebih rendah pada hari Senin, dengan indeks S & P 500 dan Dow Jones Industrial Average turun untuk ke 4 sesi berturut-turut terkait gejolak yang sedang berlangsung di Turki mengurangi minat investor untuk aset berisiko.

Meskipun AS tidak memiliki banyak paparan ekonomi langsung ke negara tersebut, ketidakstabilan di wilayah tersebut memicu kekhawatiran bahwa masalahnya dapat meluas ke bagian lain dunia, memperburuk ketidakpastian seputar hubungan perdagangan antara AS dan mitra dagang utamanya.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 125,44 poin, atau 0,5%, ke level 25.187,70. S & P 500 jatuh 11,35 poin, atau 0,4%, ke level 2,821.93, dengan sektor energi dan material di antara penurunan terbesar. Indeks Nasdaq Composite masuk dan keluar dari teritori negatif sepanjang hari dan selesai turun 19,40 poin, atau 0,3%, ke level 7,819.71.

Investor AS terus memantau perkembangan di Turki. Bank sentral Turki berjanji dalam sebuah pernyataan pada hari Senin untuk menyediakan "semua likuiditas yang dibutuhkan bank." Itu juga mengatakan bank akan dapat meminjam deposito valuta asing dari bank sentral pada satu bulan dan satu minggu jatuh tempo. Analis mengatakan keengganan Turki untuk menaikkan suku bunga. (arl)

Sumber : Marketwatch


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.