DJIA25548.27
LIVE553.16(2.21%)
NDX9442.05
LIVE52.07(0.55%)

Presiden Filipina Perintahkan Tembak Mati Pelanggar 'Lockdown'


Friday, 3 April 2020 11:34 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Lain2_11122presiden-filipina-rodrigo-duterte_20170203_203333.jpg

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan siapapun yang melanggar aturan lockdown yang diambil pemerintah untuk mencegah perluasan wabah virus corona bisa ditembak mati polisi.

Duterte mengeluarkan peringatan tersebut dalam pidatonya yang ditayangkan televisi, Rabu (2/4), sebagai tanggapan terhadap demontrasi di sebuah kawasan permukiman miskin di Manila yang digelar oleh warga yang marah karena kurangnya bantuan pangan.

Ia mengatakan kepada polisi, jika mereka merasa dalam bahaya ketika menghadapi demonstran, mereka boleh menembak mati demonstran. Duterte juga memperingatkan bahwa hukuman yang keras akan dijatuhkan kepada siapapun yang bertanggung jawab menyerang dokter atau petugas layanan kesehatan lain.

Duterte telah sering dikecam karena retorikanya yang bombastis seiring operasi penumpasan narkobanya yang brutal, yang telah mengakibatkan ribuan tersangka pengedar dan pengguna narkoba tewas.

Filipina memiliki 2.311 kasus COVID-19 yang telah dikukuhkan, dengan 96 kematian.

SUmber: VOA news


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.