DJIA21914.37
LIVE-413.11(-1.85%)
NDX7813.50
LIVE-75.51(-0.96%)

Pihak Berwenang AS Tangkap 5 Orang Terkait Kelompok Neo-Nazi


Friday, 28 February 2020 12:52 WIB

AmerikaGlobal


c_740_198_16777215_00_images_assets_Lain2_11111merlin_169585524_ccefcbbd-1efd-4092-85bd-61526ae0953e-articleLarge.jpg

Pihak berwenang Amerika Serikat (AS), Rabu (26/2)< menangkap lima tokoh yang terkait dengan kelompok Divisi Atomwaffen. Mereka dituduh berkonspirasi untuk mengintimidasi wartawan dan melecehkan gereja serta seorang pejabat kabinet yang pandangannya tidak mereka setujui.

John Denton dari Montgomery, Texas, yang merupakan mantan pemimpin kelompok itu, didakwa karena melakukan serangkaian ancaman bom palsu di negara bagian Virginia. Salah satunya adalah ancaman tahun lalu yang diyakini menarget mantan Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen.

Otorita berwenang menilai kelompok Atomwaffen berusaha menghasut terjadinya perang antar-ras di Amerika, dengan seringkali menarget wartawan yang laporan-laporannya mengungkap kegiatan kelompok itu.

Seorang jaksa penuntut federal di bagian barat Washington, Brian Moran, mengatakan empat tersangka yang ditangkap “telah berusaha menyebarluaskan ketakutan dan teror dengan mengirim ancaman pada mereka yang mengkritisi kegiatan mereka.”

Keempat tersangka – yang semuanya berusia 20 tahunan – diidentifikasi sebagai Cameron Brandon Shea dari Redmond-Washington, Kaleb Cole dari Montgomery-Texas, Taylor Ashley Parker-Dipepe dari Spring Hill-Florida, dan Johnny Roman Garza dari Queen Creek-Arizona.

Departemen Kehakiman menuduh keempatnya berkonspirasi lewat sebuah kelompok percakapan di dunia maya untuk mengidentifikasi wartawan dan lainnya yang ingin diintimidasi, terutama wartawan Yahudi dan kulit berwarna lainnya.

Sumber: VOA news


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.