DJIA24465.16
LIVE0(0.00%)
NDX9413.99
LIVE0(0.00%)

Hadapi Protes, Yunani Tunda Rencana Bangun Kamp Tahanan Migran


Tuesday, 18 February 2020 10:34 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_GLOBAL2_5e4a7f342dae5c0dfa7bff82.jpg

Pemerintah Yunani mengatakan, menunda rencana darurat untuk membangun kamp-kamp penahanan migran di pulau-pulau Yunani yang terletak dekat pantai Turki untuk memungkinkan perundingan dengan otorita-otorita setempat yang menentang rencana tersebut,

Notis Mitarakis, menteri imigrasi dan suaka Yunani, mengatakan, Senin (17/2), rencana yang diumumkan pekan lalu itu ditunda hingga tuntutan pihak berwenang di pulau-pulau Lesbos, Chios, Samos, Leros dan Kos dibicarakan.

Pemerintah mengatakan, ingin mengganti kamp-kamp yang padat penghuni dengan fasilitas-fasilitas penampungan tertutup, dan telah mengeluarkan rencana pembelian lahan. Namun penduduk pulau-pulau itu memprotes rencana konstruksi tersebut karena khawatir kamp-kamp penahanan itu akan memberi beban tambahan pada komunitas-komunitas kecil mereka.

Berdasarkan kesepakatan antara Uni Eropa dan Turki pada 2016. Lesbos dan empat pulau Yunani lainnya digunakan sebagai penghalang alami bagi migran dan pengungsi yang berusaha menginjakkan kaki di daratan utama Yunani. Langkah ini mengakibatkan lonjakan serius hunian di kamp-kamp yang sudah ada di pulau-pulau itu. Sejumlah pejabat PBB mengatakan, kondisi hidup para migran di kamp-kamp itu sangat memprihatinkan.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Jepang berencana mencabut situasi darurat untuk tiga prefektur lagi sementara jumlah kasus baru virus corona telah berkurang. Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura, Kamis (21/5) di Tokyo mengatakan sek...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.