DJIA21636.78
LIVE-915.39(-4.06%)
NDX7588.37
LIVE-308.76(-3.91%)

Taliban: Kesepakatan Perdamaian dengan AS akan Ditandatangani Akhir Februari


Monday, 17 February 2020 23:39 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000taliban.jpg

Taliban, pada hari Senin (17/2) tampaknya yakin akan menandatangani kesepakatan perdamaian dengan AS menjelang akhir bulan ini di hadapan para penjamin internasional untuk mengakhiri perang di Afghanistan yang telah berlangsung 18 tahun.

Seorang pemimpin kelompok pemberontak itu mengatakan kepada sebuah kantor berita pro-Taliban, kedua pihak sama-sama memutuskan untuk melangsungkan upacara penandatanganan di Doha, ibukota Qatar, yang telah selama 18 bulan menjadi tuan rumah perundingan AS-Taliban.

Abdul Salam Hanafi, anggota tim perunding Taliban dan kantor politiknya di Doha, tidak memberikan tanggal pasti, namun sumber-sumber di kelompok itu sebelumnya mengatakan bahwa kesepakatan tersebut akan ditandatangani pada 29 Februari.

Hanafi mengatakan, perwakilan-perwakilan dari negara-negara tetangga Afghanistan, Dewan Keamanan PBB, negara-negara Islam dan Uni Eropa akan termasuk dalam daftar yang diundang untuk menyaksikan upacara itu.

Segera setelah kesepakatan ditandatangani, katanya, pemerintah Amerika dan Afghanistan akan membebaskan 5.000 pemberontak Taliban yang ditahan, dan Taliban juga akan membebaskan sekitar 1.000 orang dari penjaranya.

Meski demikian, Washington menegaskan, pihaknya hanya akan melanjutkan kesepakatan perdamaian itu jika perjanjian gencatan senjata tujuh hari yang disepakati bersama sebelumnya berhasil diimplementasikan di Afghanistan.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Kementerian Luar Negeri China pada Kamis, mengecam keras komentar yang dibuat oleh Sekretaris Negara AS Mike Pompeo di mana ia menyebut COVID-19 sebagai virus "Wuhan" dan mengklaim China telah melakuk...
  • Presiden Amerika Donald Trump meminta kedua majelis Kongres Amerika agar mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) stimulus $2 triliun yang ditujukan untuk membangkitkan kembali perekonomian yang terh...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.