DJIA28992.41
LIVE-224.83(-0.77%)
NDX9446.69
LIVE-181.14(-1.88%)

Beberapa Bandara Skrining Penumpang sejak Menyebarnya Virus Baru China


Friday, 24 January 2020 23:43 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_000000000000bandaravirus.jpg

Semakin banyak bandara yang mulai melakukan skrining terhadap penumpang yang tiba dari China, Jumat (24/1), di tengah-tengah kekhawatiran mengenai penyebaran virus baru yang telah menewaskan lebih dari 20 orang dan membuat ratusan lainnya jatuh sakit.

Qatar, yang menjadi pangkalan maskapai penerbangan Qatar Airways, menyatakan telah memasang pemindai suhu tubuh di Bandara Internasional Hamad.

Kuwait mengumumkan langkah serupa sebelumnya pada malam harinya terhadap Bandara Internasional Kuwait. Negara ini bergabung dengan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi, yang pada hari Kamis (24/1) mengumumkan tentang skrining terhadap semua penumpang yang tiba dengan penerbangan langsung dari China, termasuk di Bandara Internasional Dubai, bandara tersibuk di dunia.

Kantor berita pemerintah Kuwait menyatakan ruang-ruang isolasi juga telah dibuka di Bandara Internasional Kuwait bagi para penumpang yang diduga terjangkit virus itu.

Di tempat lain di kawasan, Bahrain menyatakan mengambil langkah-langkah yang tidak dirincinya terkait penyebaran virus korona baru.

China telah menutup Wuhan dan kota-kota lain di provinsi Hubei, yang menjadi pusat wabah virus korona yang baru diidentifikasi.

Sejumlah kasus tersebar telah dikonfirmasi di negara-negara lain, tetapi mereka khawatir bahwa selama perjalanan dan perayaan yang menyertai Tahun Baru Imlek mulai akhir pekan ini virus dapat menyebar lebih luas.

Departemen Luar Negeri A.S. pada hari Kamis menarik semua personel Amerika non-darurat dan keluarga mereka keluar dari provinsi, dan mengeluarkan peringatan perjalanan yang mendesak orang-orang untuk tidak mengunjungi Hubei.

Di Pakistan Otoritas Penerbangan Sipil mengatakan pada hari Jumat semua penumpang yang datang dari negara tetangga China akan diskrining terhadap virus tersebut, dan setiap orang yang dicurigai terinfeksi akan disimpan dalam isolasi di rumah sakit yang ditunjuk.

Para pejabat mengatakan jumlah warga negara Tiongkok yang melakukan perjalanan antara Pakistan dan China telah melihat peningkatan yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir karena investasi miliaran dolar Beijing dalam proyek pembangunan infrastruktur.

Sumbe : VOA


RELATED NEWS

  • Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan peng...
  • Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.