DJIA28992.41
LIVE-224.83(-0.77%)
NDX9446.69
LIVE-181.14(-1.88%)

AS Rilis Aturan yang Membatasi 'Wisata Kelahiran


Friday, 24 January 2020 11:43 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_test1_111111hypatia-h_52652748dde317a0f045173407e4047f-h_90726e38ff1df469de4de8147cb9dc84.jpg

Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memperoleh visa.

Aturan visa baru yang diterbitkan pada Kamis (23/1/2020) oleh Pemerintah AS adalah upaya untuk mengatasi “wisata kelahiran." Ini istilah untuk menyebut perempuan hamil yang sengaja datang ke AS untuk melahirkan agar anaknya mendapat kewarganegaraan AS.

Berdasarkan peraturan itu, yang mulai berlaku 24 Januari 2020, petugas konsuler bisa menolak visa turis jika mereka yakin pemohon datang ke AS karena alasan itu.

Tetapi untuk menghindari diskriminasi, para pejabat itu memiliki keterbatasan pada apa yang bisa mereka tanyakan. Kondisi itu mempersulit proses penentuan apakah pemohon visa ingin datang ke AS untuk melahirkan.

"Petugas sebenarnya dilarang untuk menanyakan apakah seseorang hamil, menanyakan apakah mereka berniat untuk hamil dan meminta bukti bahwa mereka tidak hamil," jelas Sarah Pierce, seorang analis kebijakan di Migration Policy Institute di Washington, DC. "Kecuali warga negara asing dengan jujur mengemukakannya atau sangat jelas hamil, saya kira petugas benar-benar tidak bisa menanyakannya," kata Pierce.

Sumber: VOA news


RELATED NEWS

  • Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo tiba di Oman hari Jumat (21/2) untuk mengadakan pertemuan dengan pemimpin baru negara itu, Sultan Haitham bin Tariq Al Said. Pompeo dijadwalkan akan memberikan peng...
  • Jumlah penderita baru virus korona di Provinsi Hubei kembali naik, Jumat (21/2), setelah turun selama dua hari berturut-turut. Komisi kesehatan di Hubei melaporkan ada 411 kasus infeksi virus korona ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.