DJIA28989.73
LIVE-170.36(-0.58%)
NDX9141.47
LIVE-75.51(-0.82%)

Korut Cerca AS karena Kritik Program Misil Balistiknya


Friday, 13 December 2019 11:06 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH2_KellyCraft.jpg

Korea Utara, Kamis (12/12) mencerca AS karena mencela uji coba misil balistiknya pada pertemuan di Dewan Keamanan PBB.

Duta Besar AS, Kelly Craft mengatakan pada pertemuan hari Rabu (11/12) itu bahwa uji coba misil Pyongyang “sangat kontraproduktif” dan mengancam perundingan untuk membuat Korea Utara meninggalkan program misil dan nuklirnya.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan pernyataan duta besar AS itu ceroboh.

“AS melakukan hal bodoh yang akan menjadi bumerang, dan jelas membantu kami membuat keputusan tegas mengenai jalan yang akan dipilih,” kata juru bicara itu dalam suatu pernyataan kepada kantor berita pemerintah KCNA.

Juru bicara itu tidak memberi rincian, tetapi ia mengatakan pernyataan AS membantu Pyongyang membuat “keputusan pasti” mengenai bagaimana negara itu melakukan pendekatan terhadap tenggat yang ditetapkan pemimpin Korut Kim Jong-un bagi AS untuk menawarkan ketentuan yang dapat disepakati bersama guna menghidupkan kembali pembicaraan.

Perundingan itu macet Februari lalu, setelah AS menolak tuntutan Korea Utara bagi pelonggaran sanksi-sanksi sebagai imbalan atas ditinggalkannya sebagian kemampuan nuklir Pyongyang.

Korea Utara telah melakukan beberapa kali uji coba misil balistik dan artileri roket sejak Mei dan telah mengisyaratkan akan mencabut moratorium mengenai uji coba nuklir dan misil jarak jauh jika AS gagal membuat konsesi yang signifikan sebelum tahun baru.

AS telah mendorong dimulainya kembali pembicaraan tetapi Korea Utara menyatakan tidak akan terus mengadakan pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump yang kemudian dapat digunakan sebagai bukti keberhasilan kebijakan luar negerinya.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Setelah berminggu-minggu pemogokan transportasi yang melumpuhkan, pemerintah Perancis secara resmi akan memaparkan undang-undang reformasi pensiun yang kontroversial pada Jumat (24/1/2020). Hal itu a...
  • Sementara pemerintahan Trump menambah hambatan lainnya bagi pengunjung yang datang ke Amerika Serikat (AS) dari luar negeri, aturan hukum bisa membatasi pejabat untuk menghentikan perempuan hamil memp...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.