DJIA26190.62
LIVE363.26(1.41%)
NDX10575.98
LIVE234.09(2.26%)

AS Mulai Lagi Perundingan Perdamaian dengan Taliban


Monday, 9 December 2019 17:49 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_RTX6QWP9.jpg

AS dan Taliban memulai kembali perundingan perdamaian Sabtu (7/12), tiga bulan setelah Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba menyetop proses yang telah berjalan setahun. Perundingan tersebut bertujuan untuk mencari kesepakatan politik dengan kelompok pemberontak itu dan mengakhiri perang di Afghanistan.

Utusan khusus rekonsiliasi AS kelahiran Afghanistan, Zalmay Khalilzad, memimpin timnya dalam pertemuan, Sabtu (7/12), di Doha, ibu kota Qatar. Tempat tersebut adalah tempat dimana para perunding Taliban berbasis, kata seorang sumber kepada VOA.

"AS kembali menghadiri perundingan di Doha hari ini. Fokus diskusi adalah pengurangan kekerasan yang berujung pada berbagai negosiasi di dalam Afghanistan dan sebuah gencatan senjata," kata sumber AS itu.

Seorang juru bicara Taliban mencuit usai pertemuan itu bahwa kedua pihak akan bertemu lagi pada Minggu (8/12) untuk melanjutkan diskusi.

"Perundingan dimulai dengan membahasa isu yang sempat terhenti. Kami membahas penandatanganan perjanjian dan berbagai urusan terkait," kata Suhail Shaheen. Ia tidak merincikan lebih lanjut.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Salah Satu wliayah di Spanyol barat laut kembali memberlakukan karantina wilayah sepekan penuh karena pihak berwenang mengkhawatirkan wabah baru Covid-19, meskipun pemerintah federal telah mengakhiri ...
  • Media-media Inggris hari Minggu (5/7) melaporkan pemerintah Inggris berencana mengakhiri keikutsertaan perusahaan telekomunikasi rakasa China, Huawei, untuk membangun jaringan telpon 5G Inggris; suatu...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.