DJIA27909.60
LIVE-105.46(-0.38%)
NDX8362.74
LIVE-34.63(-0.41%)

China Nyatakan Perundingan Perdagangan dengan AS Masih Berlanjut


Thursday, 21 November 2019 23:32 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH2_Gao-Feng.jpg

China masih berusaha menyelesaikan konflik dengan Washington terkait masalah perdagangan, kata seorang pejabat Kementerian Perdagangan hari Kamis (21/11), menepis spekulasi bahwa perundingan mungkin sedang menghadapi masalah, sebagai “rumor” yang tidak akurat.

Juru bicara kementerian Gao Feng mengatakan ia tidak memiliki informasi baru untuk dirilis. Tetapi ia mengatakan China berkomitmen untuk mengupayakan suatu kesepakatan.

“China bersedia menyelesaikan keprihatinan inti bersama-sama dengan AS dengan basis kesetaraan dan saling menghormati, dan untuk berupaya mengakhiri pembahasan pada tahap pertama mengenai kesepakatan perdagangan,” kata Gao kepada wartawan dalam brifing mingguannya.

“Ini akan menguntungkan China, AS, dan dunia,” lanjutnya.

Pasar keuangan terombang-ambing dalam beberapa hari terakhir karena munculnya laporan-laporan mengenai perundingan yang saling bertentangan. Sebagian mengutip para pejabat yang menyatakan mereka meyakini kesepakatan kemungkinan besar akan dicapai pada akhir tahun, sementara yang lainnya menyatakan keraguan mereka.

Gao menyebut laporan-laporan semacam itu merupakan “rumor luar yang sama sekali tidak dapat diandalkan.”

Presiden Donald Trump mulai memberlakukan tarif sanksi terhadap ekspor China hampir 18 bulan silam, dengan alasan kebijakan perdagangan dan teknologi yang menurutnya tidak adil dan melanggar komitmen pembukaan pasar Beijing.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.