DJIA27881.03
LIVE-0.69(-0.00%)
NDX8389.63
LIVE35.34(0.42%)

Swedia Batalkan Penyelidikan Perkosaan Terhadap Assange Pendiri WikiLeaks


Wednesday, 20 November 2019 18:57 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_reuters_sweden_assange_rape_case_19Nov19.jpg

Jaksa Swedia telah membatalkan penyelidikan pemerkosaan terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange.

Penyelidikan dimulai pada tahun 2010 ketika seorang wanita Swedia menuduhnya melakukan hubungan seks yang tidak aman dengannya saat ia tidur, setelah ia berulang kali menolak untuk melakukannya.

Wakil Kepala Jaksa Penuntut Eva-Marie Persson mengatakan kepada para wartawan kasus itu dibatalkan meskipun jaksa mendapati bahwa klaim wanita itu “kredibel.”

“Penilaian saya adalah bahwa semua tindakan investigasi yang dapat dilakukan telah dilakukan,” kata Persson. “Tetapi, buktinya tidak cukup kuat untuk pengajuan dakwaan.”

Assange, warga negara Australia, telah berulang kali membantah tuduhan itu.

Keputusan hari Selasa (19/11) oleh jaksa penuntut Swedia itu mengikuti putusan pengadilan Juni lalu bahwa Assange tidak boleh ditahan.

Assange diusir dari Kedutaan Besar Ekuador di London dua bulan sebelum keputusan pada bulan Juni itu setelah mendapat perlindungan di sana selama tujuh tahun.

Pihak berwenang Inggris segera menangkapnya dan dia kini menjalani hukuman 50 minggu di penjara London karena gagal mangkir dari sidang setelah diberi pembebasan dengan jaminan pada 2012.

Assange, warga negara Australia, telah berulang kali membantah tuduhan pada tahun 2010 itu terhadapnya.

Assange juga berjuang melawan ekstradisi ke Amerika, di mana dia menghadapi dakwaan telah menerbitkan dokumen rahasia.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.