DJIA27910.35
LIVE28.63(0.10%)
NDX8402.61
LIVE48.32(0.58%)

Sejumlah Pejabat Keamanan Nasional Siap Bersaksi dalam Penyelidikan Pemakzulan Trump


Tuesday, 19 November 2019 23:50 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Graph_Top-National-Security.jpg

Komite Intelijen DPR AS, Selasa (19/11) dijadwalkan mendengarkan kesaksian dalam penyelidikan pemakzulan dari beberapa pejabat senior keamanan nasional yang mendengarkan percakapan telepon Juli lalu antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Jennifer Williams, staf Wakil Presiden Mike Pence, dan Letkol Alexander Vindman, pakar senior mengenai Ukraina di Dewan Keamanan Nasional, dijadwalkan berbicara di hadapan para legislator pada sidang pagi hari. Keduanya menyatakan prihatin atas percakapan telepon yang menjadi pusat investigasi terkait dugaan upaya-upaya Trump menekan para pejabat Ukraina untuk menyelidiki lawan-lawan politiknya.

Pada siang hari, komite dijadwalkan mendengar kesaksian dari Kurt Volker, mantan utusan khusus AS untuk Ukraina, dan Tim Morrison, yang menjadi direktur senior untuk urusan Eropa dan Rusia di Dewan Keamanan Nasional sebelum ia mengundurkan diri bulan lalu.

Sidang-sidang tersebut merupakan bagian dari pekan yang sibuk di Capitol Hill. Seluruhnya ada sembilan saksi yang dijadwalkan tampil dalam lima sidang dengar keterangan antara hari Selasa dan Kamis ini.

Trump hari Senin mengatakan ia akan “mempertimbangkan dengan kuat” memberi kesaksian tertulis kepada Komite Intelijen DPR.

Presiden menanggapi pernyataan ketua DPR Nancy Pelosi yang mengemukakan dalam acara televisi CBS Face the Nation, “Presiden dapat datang langsung di hadapan komite dan berbicara, mengemukakan semua kebenaran yang ia inginkan, atau ia dapat melakukannya secara tertulis. Ia memiliki semua kesempatan itu untuk mengemukakan alasannya.”

Hampir dua tahun silam, Trump mengatakan ia siap dan bersedia memberi kesaksian langsung sewaktu jaksa khusus Robert Mueller menyelidiki campur tangan Rusia dalam pemilu AS tahun 2016, dan apakah sebagai presiden, Trump telah berusaha untuk menghalangi penyelidikan itu.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.