DJIA27767.38
LIVE75.89(0.27%)
NDX8269.95
LIVE6.16(0.07%)

Ketua Parlemen Inggris Blokir Pemungutan Suara atas Persetujuan Brexit


Tuesday, 22 October 2019 10:34 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_TOKOH2_JohnBercow.jpg

Ketua Parlemen Inggris John Bercow Senin (21/10) memblokir Parlemen melakukan pemungutan suara atas persetujuan Brexit yang baru dicapai PM Boris Johnson dengan Uni Eropa. Ini merupakan kemunduran terbaru yang diderita PM Boris Johnson dalam perjuangannya untuk memimpin INggris keluar dari Uni Eropa.

Parlemen Inggris gagal mendukung rencana eksit Johnson pada Sabtu, dan Bercow mengatakan, usaha untuk melakukan pemungutan suara baru "tidak akan diperdebatkan hari ini karena itu berarti mengulang-ulang dan tidak tertib."

Johnson minggu lalu berhasil mencapai persetujuan dengan 27 negara Uni Eropa, tetapi parlemen menunda dukungan mereka untuk persetujuan itu sampai UU yang menguraikan persyaratan pemisahan Inggris dari Uni Eropa disetujui.

Johnson merencanakan mengusulkan langkah Brexit yang utama dari pemerintah pada Senin sore, disusul lebih banyak perdebatan dan pemungutan suara pada Selasa. Tetapi penentang Brexit mengatakan, mereka akan mencoba untuk menggagalkan rencana Johnson itu dengan amandemen sehingga pendukung Brexit tidak bisa menerimanya.

Tidak jelas apakah pemerintah punya suara dukungan cukup atau waktu untuk memberlakukan UU itu sebelum Inggris keluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini akan berkunjung ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan itu diharapkan akan bisa memperbaiki hubungan yang tegang belakangan ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.