DJIA27766.29
LIVE-54.80(-0.20%)
NDX8265.62
LIVE-18.13(-0.22%)

35 orang Tewas setelah Topan Hagibis Menghantam Jepang


Monday, 14 October 2019 10:51 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_000000000000000000000000000000000000000000topanjepang.jpg

Puluhan ribu tim penyelamat bekerja pada Senin untuk menjangkau orang-orang yang terjebak oleh tanah longsor dan banjir di Jepang yang disebabkan oleh topan kuat yang telah menewaskan 35 orang, kata para pejabat dan media setempat.

Topan Hagibis pindah dari daratan pada hari Minggu pagi, tetapi sementara sebagian besar menghindari ibukota, itu meninggalkan jejak kehancuran di daerah sekitarnya.

Lebih dari 100.000 penyelamat - termasuk 31.000 tentara - mencakar puing-puing pada Minggu malam hingga Senin untuk menjangkau orang-orang yang terperangkap setelah hujan lebat menyebabkan tanah longsor dan banjir di sungai sampai mereka menghancurkan tepian mereka.

Kehancuran memaksa Piala Dunia Rugby yang diselenggarakan oleh Jepang untuk membatalkan beberapa pertandingan, sebagaimana tim nasional dikenal, mengangkat semangat dengan kemenangan 28-21 yang menakjubkan atas Skotlandia pada Minggu yang menempatkan mereka ke perempat final turnamen untuk pertama kalinya.

Pemerintah menyebutkan jumlah korban jiwa 14 orang, dengan 11 orang hilang, tetapi media setempat mengatakan setidaknya 35 orang telah tewas, dan sedikitnya 11 orang masih belum diketahui penyebabnya.

Sungai meluap di tepian mereka di dekat selusin lokasi - termasuk Nagano di Jepang tengah, tempat sebuah tanggul melanggar air dari sungai Chikuma yang mengalir ke lingkungan perumahan, membanjiri rumah-rumah hingga ke lantai dua.

Helikopter-helikopter militer dan pemadam kebakaran mengevakuasi orang-orang yang selamat dari atap dan balkon di beberapa lokasi, tetapi di Fukushima satu penyelamatan menjadi tragis ketika seorang wanita meninggal setelah jatuh dari jangkauan helikopter.

Di tempat lain, petugas penyelamat melakukan operasi kapal selama berjam-jam untuk mengevakuasi ratusan orang dari rumah pensiunan di Kawagoe, barat laut Tokyo, yang terendam banjir hingga lantai paling atas.

Sumber: VOA


RELATED NEWS

  • Organisasi pemantau Internet berbasis di London, NetBlocks, Kamis (21/11) pagi mengunggah cuitan di Iran, mengatakan "penutupan internet hampir sepenuhnya" telah melampaui 100 jam sejak dimulai pada S...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.