DJIA26816.59
LIVE319.92(1.21%)
NDX7843.88
LIVE103.52(1.34%)

Presiden Irak Kecam Serangan Terhadap Demonstran


Tuesday, 8 October 2019 23:39 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_Barham.jpeg

Presiden Irak Barham Salih telah mengecam serangan terhadap para pengunjuk rasa antipemerintah dan media setelah sepekan demonstrasi dan bentrokan terkait yang menewaskan lebih dari 100 orang dan mencederai 6.000 lainnya.

Ia menyebut mereka yang melakukan kekerasan itu sebagai penjahat dan musuh, dan memanfaatkan pidato di televisi pada hari Senin untuk menyerukan dihentikannya eskalasi situasi.

Salih mengatakan Irak telah mengalami cukup banyak kehancuran, pertumpahan darah, perang dan terorisme.

Militer sebelumnya pada hari Senin (7/10) mengaku menggunakan “kekuatan berlebihan” dalam menghadapi demonstran di kawasan Sadr City, Baghdad.

Pemerintah mengambil langkah menyingkirkan pasukan keamanan dari kawasan itu dan menyerahkan tugas patroli kepada polisi. Para pejabat juga berjanji untuk menuntut pertanggungjawaban setiap anggota pasukan keamanan yang “bertindak salah.”

Protes di Baghdad dan beberapa kota di Irak Selatan telah berkembang dari semula meminta pekerjaan dan perbaikan layanan kota, seperti air dan listrik, menjadi seruan untuk mengakhiri korupsi di negara kaya minyak berpenduduk hampir 40 juta orang itu.

Kabinet Irak mengeluarkan rencana reformasi baru Minggu pagi dalam upaya menanggapi protes yang mengejutkan pihak berwenang.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Jaksa federal di Jerman telah mengambil alih penyelidikan atas penembakan yang menewaskan dua orang di kota Halle. Tim penuntut federal negara itu menangani kasus-kasus yang kemungkinan melibatkan ak...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.