DJIA26816.59
LIVE319.92(1.21%)
NDX7843.88
LIVE103.52(1.34%)

Inggris dan Uni Eropa Masih Punya Perbedaan Besar Terkait Brexit


Tuesday, 8 October 2019 18:14 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global3_800.jpeg

Pada Senin (7/10), Inggris dan Uni Eropa tampaknya masih berbeda jauh sehubungan kesepakatan Brexit. Pemerintah Belanda mendesak pemerintah Inggris untuk menawarkan “realisme dan kejelasan” yang lebih besar, sedangkan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mendesak blok agar memperlunak posisinya.

Minggu lalu, pemerintah Inggris mengirim kepada Uni Eropa apa yang disebutnya adalah “kompromi yang wajar.” Proposal itu memungkinkan Inggris meninggalkan blok itu dengan mengantongi sebuah persetujuan pada akhir bulan ini.

Tetapi Menteri Luar Negeri Belanda Stef Blok, usai pertemuan Senin (7/10) dengan Sekretaris Brexit dari Inggris, Stephen Barclay, mengatakan bahwa “pertanyaan-pertanyaan penting belum terjawab.”

Pemerintah Inggris mengatakan, akan meninggalkan Uni Eropa pada 31 Oktober dengan atau tanpa kesepakatan. Banyak pihak baik di Uni Eropa maupun di Inggris, skeptis dengan klaim tersebut karena Parlemen Inggris sudah meloloskan sebuah undang-undang yang mengharuskan pemerintah meminta Uni Eropa menunda Brexit kalau tidak tercapai persetujuan pada 19 Oktober.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, dia akan mematuhi hukum, tetapi tidak akan minta penundaan, sehingga tidak jelas bagaimana kedua pernyataan itu bisa dipertemukan.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Jaksa federal di Jerman telah mengambil alih penyelidikan atas penembakan yang menewaskan dua orang di kota Halle. Tim penuntut federal negara itu menangani kasus-kasus yang kemungkinan melibatkan ak...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.