DJIA26044.58
LIVE-242.25(-0.92%)
NDX10597.19
LIVE-6.87(-0.06%)

2 Senator AS Peringatkan Trump Terkait Kesepakatan Nuklir dengan Saudi


Thursday, 19 September 2019 16:41 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_00000000000000000000000000000000000000senator.jpg

Dua senator AS memperingatkan pemerintahan Trump mengenai kesepakatan kerja sama nuklir dengan Arab Saudi, khawatir akan memicu perlombaan senjata nuklir di Timur Tengah yang bergejolak.

"Berbagi teknologi nuklir dengan Arab Saudi, terutama tanpa pengamanan yang memadai, akan memberi Riyadh alat yang dibutuhkan untuk mengubah visi senjata nuklir putra mahkota menjadi kenyataan," kata senator Demokrat Ed Markey dan Jeff Merkley dalam surat kepada Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Energi Rick Perry.

Kedua senator itu adalah anggota Komite Hubungan Luar Negeri Senat. Mereka mengatakan membuat kesepakatan seperti itu dengan Arab Saudi akan "gagal mempromosikan kekuatan atau pengaruh AS."

"Jika pemerintahan Trump menutup mata terhadap perilaku kerajaan di dalam dan luar negeri sementara membuat kesepakatan yang bisa mempercepat potensi perolehan senjata nuklirnya, Kongres akan menolak perjanjian semacam itu," tulis para senator itu.

Mereka menambahkan bahwa "pengabaian terhadap hak asasi manusia dan standar kemanusiaan " oleh Arab Saudi tidak seharusnya dihargai.

Departemen Luar Negeri dan Departemen Energi belum menanggapi surat itu secara terbuka. Arab Saudi menolak keras persyaratan non proliferasi yang ketat, termasuk pengawasan PBB yang akan diberlakukan dengan kerja sama nuklir bersama Amerika.

Pengawasan ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa Arab Saudi tidak memperkaya uranium dan memproses ulang bahan bakar nuklir bekas yang bisa memungkinkan mereka membuat bom.

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman mengatakan negaranya akan mengupayakan senjata nuklir jika Iran mengembangkan bom.

Sumber : VOA News


RELATED NEWS

  • Salah Satu wliayah di Spanyol barat laut kembali memberlakukan karantina wilayah sepekan penuh karena pihak berwenang mengkhawatirkan wabah baru Covid-19, meskipun pemerintah federal telah mengakhiri ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.