DJIA27076.82
LIVE-142.70(-0.52%)
NDX7852.41
LIVE-40.55(-0.51%)

Abe: Berakhirnya Perjanjian Intelijen Seoul Merusak Kepercayaan Bersama


Friday, 23 August 2019 17:13 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_0000000000000000000000000000000000000000abe.jpg

Perdana Menteri Jepang mengatakan pada hari Jumat bahwa keputusan Korea Selatan untuk mengakhiri kesepakatan berbagi intelijen militer dengan Tokyo merusak rasa saling percaya.

Shinzo Abe, berbicara sehari setelah Seoul mengumumkan keputusannya, mengatakan Tokyo "akan terus berkoordinasi erat dengan AS untuk memastikan perdamaian dan kemakmuran regional, serta keamanan Jepang."

Dalam eskalasi perselisihan pahitnya dengan Jepang, Korea Selatan pada hari Kamis memutuskan untuk membatalkan perjanjian berbagi intelijen militernya dengan Tokyo, membuka celah baru dalam kerja sama keamanan trilateral antara AS, Jepang, dan Korea Selatan.

Kepresidenan Korea Selatan Blue House, Kamis mengatakan, bukan kepentingan nasionalnya untuk melanjutkan kesepakatan itu. Seoul akan memberi tahu Tokyo tentang keputusannya sebelum batas waktu Sabtu untuk memperbarui perjanjian, kata pernyataan Korea Selatan itu.

Keputusan itu akan memperburuk ketegangan antara Korea Selatan dan Jepang, yang terlibat dalam perselisihan yang berakar pada penggunaan kerja paksa Jepang selama pendudukan kolonialnya di Korea. Langkah ini juga mengancam untuk lebih meningkatkan kerja sama keamanan pada prioritas A.S. seperti Korea Utara dan Cina.

Dalam mengumumkan keputusannya, Korea Selatan mengutip keputusan Jepang baru-baru ini untuk menghapus Seoul dari daftar mitra dagang tepercaya.

Menteri luar negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha, mengatakan keputusan untuk menarik diri dari perjanjian tersebut adalah “masalah terpisah dari Korea Selatan-AS. aliansi, ”menurut kantor berita Korea Selatan Yonhap. Keputusan itu, katanya, dibuat karena "masalah kepercayaan" antara Seoul dan Tokyo, Yonhap melaporkan.

Tetapi langkah itu tidak dapat dipisahkan dari aliansi Seoul dengan Washington, tegas Maxwell, sekarang dengan Yayasan Pertahanan Demokrasi yang bermarkas di Washington.

Sumber: VOA


RELATED NEWS

  • Pemrotes anti-pemerintah lagi-lagi bentrok dengan polisi di Hong Kong pada Minggu (15/9), dan kali ini demonstran melempar batu dan bom Molotov ke arah penegak hukum yang menanggapi dengan tembakan ga...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.