DJIA27691.49
LIVE-0.07(-0.00%)
NDX8263.79
LIVE21.88(0.27%)

Penjualan Ransel Anti Peluru bagi Anak Sekolah Naik Hingga 300 Persen Tahun ini


Wednesday, 21 August 2019 11:10 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_12TasAntiPeluru107594AA-1A00-4A94-81BB-76712974E1AE_w1023_r1_s.jpg

Setelah menikmati liburan musim panas yang panjang, anak-anak di Amerika bersiap-siap untuk kembali ke sekolah pada akhir bulan Agustus atau awal bulan September.

Selain menyiapkan barang keperluan sekolah, semakin banyak orang tua yang membeli tas punggung khusus, yaitu ransel antipeluru untuk anak mereka. Apalagi setelah tragedi penembakan massal di El Paso, Texas, Dayton Ohio dan Gilroy California, beberapa waktu lalu.

Sepanjang tahun 2019, telah terjadi 22 kasus penembakan di sekolah-sekolah di Amerika yang menyebabkan korban cedera atau tewas. Penembakan itu terjadi di berbagai wilayah Amerika mulai dari Georgia hingga California, di SD hingga universitas.

Kekhawatiran orang tua terhadap penembakan di sekolah menyebabkan penjualan tas antipeluru naik 200 hingga 300 persen tahun ini. Harga tas punggung antipeluru itu berkisar sekitar 120 hingga 490 dolar.

Kepada CNN, Steve Naremore, direktur perusahaan TuffyPacks yang menjual tas antipeluru itu mengatakan, “Sangat menyedihkan bahwa kita harus memiliki produk semacam ini, namun inilah masalah yang harus kita hadapi saat ini dan mudah-mudahan tidak akan terjadi lagi masa depan.”

Seorang ibu yang tinggal di kota El Paso mengatakan kepada PBS News Hour bahwa suaminya, seorang polisi, membeli tas antipeluru bagi anak laki-laki mereka yang berusia delapan tahun.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan minggu ini akan berkunjung ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Donald Trump. Pertemuan itu diharapkan akan bisa memperbaiki hubungan yang tegang belakangan ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.