DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Kelompok Hak Sipil Ajukan Permohonan Blokir Aturan Suaka Baru Trump


Thursday, 18 July 2019 11:18 WIB

AmerikaGlobal


c_740_198_16777215_00_images_assets_12Suaka4442d907-db93-4965-894a-eef178ed6869_w1080_h608.jpg

Beberapa kelompok hak-hak sipil, Rabu (17/7), mengajukan mosi untuk meminta perintah penahanan sementara dalam upaya memblok aturan suaka baru pemerintahan Trump, yang mulai berlaku pada Selasa (16/7).

Aturan baru pemerintahan Trump itu akan secara tegas melarang suaka bagi migran yang melintasi perbatasan AS-Meksiko, bila tanpa mengajukan permohonan dan ditolak suakanya di negara manapun yang mereka lewati, dalam perjalanan mereka menuju Amerika.

Langkah ini dilakukan setelah tiga organisasi, yaitu: Persatuan Kebebasan Sipil Amerika (ACLU), Pusat Hukum Kemiskinan Selatan (SPLC) dan Pusat untuk Hak-hak Konstitusional, mengajukan gugatan Selasa untuk menentang peraturan baru tersebut.

Seorang pengacara senior di SPLC yang mewakili kasus ini, Melissa Crow mengatakan, "Aturan baru akan memiliki konsekuensi yang sangat mengerikan bagi ribuan orang, terutama mereka yang telah menunggu di Meksiko untuk jangka waktu lama, karena praktik pemerintah yang memperlambat pengembalian para pencari suaka di perbatasan".

Pejabat pemerintahan Trump mengatakan bahwa aturan suaka baru itu dimaksudkan untuk meredakan ketegangan pada sistem suaka AS yang berlaku saat ini.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Presiden Amerika Donald Trump, Rabu (21/8), mengatakan, ia ingin Rusia kembali dimasukkan ke dalam kelompok tujuh negara maju, walaupun Rusia masih menduduki Semenanjung Krimea. Rusia dikeluarkan dar...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.