DJIA27913.28
LIVE3.68(0.01%)
NDX8378.46
LIVE15.72(0.19%)

Senat AS Gagalkan Upaya Blokir Penjualan Senjata AS ke Bahrain, Qatar


Friday, 14 June 2019 11:10 WIB

AmerikaGlobal


c_740_198_16777215_00_images_assets_12SenatAS99w580.jpg

Senat AS pada hari Kamis (13/6) menolak resolusi untuk membatalkan penjualan senjata bernilai miliaran dolar ke Bahrain dan Qatar, di tengah berlanjutnya penyelidikan intensif kongres atas penjualan senjata kepada sekutu-sekutu AS di Timur Tengah.

Senat memberikan suara 43-56 yang menolak resolusi Bahrain dari Komite Hubungan Luar Negeri dan membawanya pada pertimbangan majelis penuh. Senat juga memberikan suara 42-57 yang menolak resolusi yang berkaitan dengan Qatar.

RUU yang disponsori oleh Senator Partai Republik Rand Paul dari Kentucky berupaya menghentikan keputusan pemerintahan Trump, yang diumumkan pada bulan Mei, untuk menjual sistem rudal AS ke Bahrain dan helikopter ke Qatar, masing-masing bernilai dalam kisaran $3 miliar.

"Timur Tengah adalah kawasan yang panas dan terus menjadi ancaman," kata Paul menjelang pemungutan suara Senat. "Saya kira keliru menyalurkan senjata ke konflik-konflik yang telah berlangsung seabad ini," katanya.

Paul mengatakan senjata yang dikirim ke Timur Tengah bisa berakhir di tangan musuh Amerika.

"Sampai sekarang, Iran masih memiliki beberapa senjata AS, sisa senjata bagi Syah, mantan pemimpin Iran dukungan AS yang digulingkan pada 1979. Di Irak, sebagian senjata untuk memerangi Iran, masih ada ketika kita mememerangi Saddam Hussein. Di Afghanistan, ketika kita kembali untuk memerangi Taliban [setelah serangan 9-11 oleh 2001 sebagian senjata yang kita berikan kepada Mujahidin untuk melawan Rusia (pada 1980-an) juga masih ada," tambah Paul.

Tahun lalu, Senat juga menggagalkan upaya Senator Rand Paul untuk memblokir penjualan sistem roket ke Bahrain.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Korea Utara melontarkan penghinaan baru terhadap Presiden Amerika Donald Trump, Senin (9/12), menyebutnya sebagai “orang tua yang lalai dan tidak menentu." Pyongyang menanggapi cuitan Presiden Trump ...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.