DJIA27001.98
LIVE0(0.00%)
NDX7920.21
LIVE0(0.00%)

AS Peringatkan Kemungkinan Serangan Baru di Sri Lanka


Friday, 26 April 2019 18:52 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global3_7C05FA12-F44E-426D-AD19-08D6F2CC79D2_w1200_r1_s.jpg

Kedubes AS di Kolombo menyarankan orang-orang untuk menghindari tempat-tempat peribadatan di Sri Lanka pada akhir pekan mendatang.

Mengutip laporan-laporan di Sri Lanka bahwa serangan-serangan baru mungkin terjadi, Kedubes AS menuliskan lewat akun Twitter resminya, Kamis (25/4), “Teruslah bersikap hati-hati dan hindari kerumunan besar.”

Peringatan itu muncul beberapa hari setelah serangan Minggu Paskah terhadap sejumlah gereja dan hotel yang menewaskan lebih dari 350 orang.

Menteri Pertahanan Sri Lanka, Hemasriri Fernando mundur dari jabatannya, Kamis, mematuhi seruan Presiden Sri Lanka untuk mengundurkan diri.

Presiden Maithripala Sirisena menyerukan agar Fernando dan kepala polisi Sri Lanka Pujith Jayasundara mundur setelah ia berjanji melalui sebuah pidato di televisi untuk mengambil sikap tegas terhadap para pejabat yang tidak menyampaikan informasi intelijen dari India kepadanya mengenai kemungkinan serangan bom terhadap sejumlah gereja dan hotel.

Laporan-laporan menyebutkan, dinas-dinas intelijen India sebetulnya telah memberikan beberapa peringatan ke Sri Lanka, dan bahwa dinas-dinas itu telah mengumpulkan informasi mengenai kelompok militan Muslim Jemaah Tauhid Nasional (NTJ), yang diduga melakukan serangan tersebut.

Pemerintah juga mendapat sorotan setelah tersiar kabar bahwa pertikaian politik antara Presiden Sirisena dan PM Ranil Wickremesinghe ikut mengakibatkan kegagalan dalam menanggapi peringatan terkait serangan itu. Wickremesinghe mengakui, Selasa, bahwa memang ada persoalan komunikasi, namun semua perselisihan dengan Sirisena telah diatasi.

Source : VOA


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.