DJIA25827.36
LIVE147.46(0.57%)
NDX7454.73
LIVE78.03(1.06%)

Korut Tak Mau Lagi Menlu AS Terlibat dalam Perundingan Nuklir


Friday, 19 April 2019 03:19 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_North-Korea-Pompeo.jpg

Korea Utara meminta agar Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo tidak lagi ambil bagian dalam pembicaraan lebih jauh apapun yang melibatkan program senjata nuklir negara itu.

Kwon Jong Gun, pejabat senior di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, mengatakan, Pyongyang menghendaki seseorang yang “lebih berhati-hati dan matang dalam berkomunikasi,” sebut laporan yang dilansir kantor berita resmi KCNA.

Ketika ditanya mengenai perkembangan tersebut, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika mengatakan, “Amerika Serikat masih siap untuk berdialog dengan Korea Utara dalam perundingan yang konstruktif.”

Hari Rabu (17/4), Korea Utara mengumumkan negara itu telah menguji coba sebuah “senjata rudal taktis baru,” suatu unjuk kemampuan militer terbaru Pyongyang.

KCNA menyatakan Kim Jong Un mengawasi dan memandu uji coba hari Rabu itu, menyebutnya sebagai operasi yang sangat penting.

KCNA tidak merinci jenis senjata yang diuji coba, tetapi istilah “taktis” menyiratkan bahwa itu bukanlah misil balistik.

Namun demikian, uji coba itu bisa dianggap sebagai peringatan bagi Amerika Serikat, di tengah-tengah kebuntuan dalam pembicaraan mengenai program nuklir Korea Utara.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Perang dagang AS – China tidak membuat bisnis jadi mudah untuk perusahaan-perusahaan Eropa di China. Lebih dari sepertiga merasakan dampak langsung terhadap bisnis mereka dan khawatir situasinya akan ...
  • Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Iran, mengancam akan menghabisinya apabila negara itu menyerang AS atau kepentingan-kepentingan AS. "Apabila Iran melawan, itu akan menjadi...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.