DJIA27076.82
LIVE-142.70(-0.52%)
NDX7852.41
LIVE-40.55(-0.51%)

Trump Inginkan Rincian soal Kesepakatan Tembok Perbatasan


Thursday, 14 February 2019 04:32 WIB

AmerikaGlobalTrump


c_740_198_16777215_00_images_assets_12Trump-pushes-ahead-with-oil-pipeline-opposed-by-environmentalists-then-bans-his-own-Environmental-Pr.jpg

Di bawah tekanan yang meningkat dari partainya sendiri, Presiden AS Donald Trump tampaknya enggan untuk condong menerima perjanjian yang akan mencegah ancaman penutupan pemerintah kedua, namun hanya menyediakan sebagian kecil dari dana tembok yang ia minta untuk perbatasan Meksiko yang dijanjikannya.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders kepada wartawan hari Rabu (13/2), mengatakan bahwa Presiden belum memutuskan apakah ia akan mendukung perjanjian tersebut.

"Sulit untuk mengatakan secara pasti apakah presiden akan menandatanganinya atau tidak sampai kita mengetahui semua yang ada di dalamnya," katanya. Trump hari Selasa mengatakan perlu waktu lebih banyak untuk mempelajari rencana tersebut, tetapi ia juga tidak mengharapkan penutupan pemerintah lagi akhir pekan ini ketika dana untuk sebagian kantor pemerintah akan habis.

Ia memberi isyarat kuat berencana untuk meraup dana tambahan untuk tembok itu dengan menyerbu pundi-pundi kantor federal lainnya untuk memenuhi janji penting kampanye presidennya.

Sumber : VOA


RELATED NEWS

  • Pemrotes anti-pemerintah lagi-lagi bentrok dengan polisi di Hong Kong pada Minggu (15/9), dan kali ini demonstran melempar batu dan bom Molotov ke arah penegak hukum yang menanggapi dengan tembakan ga...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.