DJIA25962.51
LIVE216.84(0.84%)
NDX7493.27
LIVE112.52(1.52%)

Jaguar Land Rover akan Memangkas 4.500 Tenaga Kerja, Dimulai di Inggris


Friday, 11 January 2019 18:46 WIB

Global


c_740_198_16777215_00_images_assets_Global6_Britain_Jaguar_26534_67074421_ver1.0_640_360.jpg

Jaguar Land Rover, Kamis, mengatakan akan memangkas 4.500 tenaga kerja karena produsen mobil tersebut mengatasi permintaan yang melambat di China dan meningkatnya ketidakpastian tentang kepergian Inggris dari Uni Eropa.

Pembuat mobil mewah, yang dimiliki oleh konglomerat Tata India, mengatakan pemangkasan akan menjadi tambahan dari 1.500 orang yang meninggalkan bisnis tersebut pada 2018. Program pemangkasan biaya akan dimulai dengan program pengurangan sukarela di Inggris, di mana sekitar 44.000 orang dipekerjakan.

Pemangkasan tenaga kerja terbaru merupakan kelanjutan dari rencana turnaround 2,5 miliar pound (3,2 miliar dolar) tahun lalu yang dirancang untuk menghadapi banyak tantangan yang dihadapi perusahaan - Brexit, meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dan AS dan standar emisi baru Eropa yang digabungkan kepada dorongan untuk membuat Jaguar ke posisi merah dalam tiga bulan hingga 30 September, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan juga mengumumkan investasi lebih lanjut dalam elektrifikasi.

Sumber: VOA


RELATED NEWS

  • Pemimpin oposisi Venezuela yang menyatakan diri sebagai presiden sementara, Juan Guaido, mengatakan, para petugas intelijen telah menahan kepala stafnya. Pembantu Guaido, Roberto Marrero, dibawa ke t...
  • Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan, Rabu (20/3), Uni Eropa tidak terbuka pada kemungkinan perundingan lebih lanjut mengenai keluarnya Inggris dari blok tersebut, dan tidak mungkin me...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.