DJIA26051.47
LIVE160.94(0.62%)
NDX10634.34
LIVE110.33(1.05%)

Bank Sentral Australia Berharap untuk Pemulihan Ekonomi Lebih Cepat Pasca Penutupan


Tuesday, 2 June 2020 13:25 WIB

Ekonomi AustraliaBank Sentral Australia,RBA RatesPhilip Lowe


c_740_198_16777215_00_images_assets_EKONOMI3_Philip-Lowe-Reserve-Bank-of-Australia-governor-economist-640x400.jpg

Bank sentral Australia mempertahankan suku di posisi terendah sepanjang masa pada hari Selasa dan terdengar tidak terlalu buruk karena ekonomi secara bertahap dibuka kembali selama apa yang mungkin menjadi kuartal terburuk sejak tekanani Hebat.

Reserve Bank of Australia (RBA) mempertahankan suku bunga di 0,25% pada pertemuan kebijakan bulanannya dalam keputusan yang diharapkan secara luas, dan mengatakan "pendekatan akomodatif akan dipertahankan selama diperlukan."

Dalam pernyataan singkat pasca-pertemuan, Gubernur Philip Lowe mengatakan RBA siap untuk meningkatkan pembelian obligasi pemerintah jika diperlukan untuk memastikan imbal hasil tiga tahun bertahan di sekitar 25 basis poin.

Ekonomi Australia A$ 2 triliun ($ 1,4 triliun) mengalami kontraksi terbesar sejak tahun 1930-an pada kuartal saat ini tetapi "ada kemungkinan bahwa penurunan ekonomi akan lebih kecil dari yang diperkirakan sebelumnya," tambah Lowe.

Penurunan signifikan dalam infeksi baru, pelonggaran pembatasan yang lebih dini dari yang diperkirakan dan tanda-tanda bahwa jam kerja stabil pada awal Mei lebih baik untuk pemulihan.

"Ada juga peningkatan dalam beberapa bentuk pengeluaran konsumen," tambah Lowe.

Negara-negara bagian dan teritori di seluruh Australia telah melonggarkan peraturan jarak sosial pada langkah yang berbeda dalam beberapa minggu terakhir, perlahan-lahan mengakhiri lockdown sebagian yang dimulai pada bulan Maret, setelah sebagian besar terkena dampak pandemi COVID-19.

Australia, yang memiliki sekitar 7.200 kasus virus corona, belum melaporkan kematian akibat penyakit ini selama lebih dari seminggu.

Keberhasilan negara itu dalam menahan virus telah membuat dolar Australia melonjak ke tertingginya lima bulan. Namun, itu lebih condong berseberangan dengan stimulus moneter dan tidak akan diterima oleh RBA.

Bank sentral tidak menyebutkan nilai tukar dalam pernyataan itu.(mrv)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.