DJIA28992.41
LIVE-224.83(-0.77%)
NDX9446.69
LIVE-181.14(-1.88%)

Powell mengatakan risiko terhadap ekonomi AS tetap ada, terutama dari coronavirus


Tuesday, 11 February 2020 21:04 WIB

Federal ReserveTestimoniJerome Powell


c_740_198_16777215_00_images_assets_00000000powell.jpg

Beberapa kekuatan yang menahan pertumbuhan ekonomi AS tahun lalu telah mereda, tetapi risiko terhadap prospek tetap, terutama dari coronavirus, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan pada Selasa.

"Kami sedang memantau dengan cermat munculnya virus corona, yang dapat menyebabkan gangguan di China yang meluas ke seluruh ekonomi global," kata Powell, dalam kesaksian yang disiapkan untuk sidang Komite Jasa Keuangan House hari Selasa.

Laporan The Fed kepada Kongres mengenai kebijakan moneter mencatat kerapuhan di sektor korporasi dan keuangan China yang dapat membuatnya rentan terhadap goncangan yang merugikan.

Sebelumnya, Tedros Adhanom Ghebreyesus, direktur jenderal Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan coronavirus adalah "ancaman serius bagi seluruh dunia" di tengah beberapa tanda tingkat infeksi mungkin melambat.

Meskipun sidang semi-tahunan terkait kebijakan moneter Fed tidak dimulai sampai pukul 10 pagi, panel House memutuskan untuk merilis kesaksian ketua Fed beberapa jam lebih awal.

Khawatir tentang kesehatan ekonomi, bank sentral AS menurunkan suku bunga seperempat poin pada tiga pertemuan beruntun pada musim gugur lalu, membawa suku bunga acuan turun ke kisaran 1,5% -1,75%.

Kekhawatiran ini agak mereda. Selama dua pertemuan kebijakan terakhir pada bulan Desember dan Januari, para pejabat Fed telah membiarkan tingkat kebijakan utama tidak berubah.

Jerome Powell mengatakan The Fed mampu mempertahankan kebijakan stabil selama 12 minggu terakhir karena beberapa ketidakpastian seputar perdagangan telah berkurang baru-baru ini dan ada beberapa tanda bahwa pertumbuhan global "mungkin stabil."

Pejabat Fed percaya sikap akomodatif kebijakan saat ini sesuai untuk mendukung pertumbuhan dan mendorong inflasi ke target 2% bank sentral, kata Powell.

Jika data yang masuk mendukung keyakinan ini, sikap kebijakan moneter saat ini akan tetap tepat, kata Powell. (Tgh)

Sumber: MarketWatch


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.