DJIA28035.41
LIVE30.52(0.11%)
NDX8328.48
LIVE12.96(0.16%)

Penjualan Ritel UK Melonjak Terkait Konsumen Menentang Kekhawatiran Brexit


Thursday, 18 April 2019 15:55 WIB

Retail SalesUK Retail SalesEkonomi U.K


c_740_198_16777215_00_images_assets_11A1052395892.jpg

Penjualan ritel Inggris secara tak terduga meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut di bulan Maret, yang mendasari ketahanan konsumen dalam menghadapi ketidakpastian Brexit.

Volume barang yang dijual di toko-toko dan online melonjak 1,1 persen dari Februari, Kantor Statistik Nasional mengatakan pada hari Kamis. Penjualan tidak termasuk bahan bakar mobil meningkat 1,2 persen. Kedua langkah itu diperkirakan akan menunjukkan penurunan.

Ini berarti pengecer memberikan kontribusi positif bagi perekonomian pada kuartal pertama, dengan penjualan naik 1,6 persen dari tiga bulan terakhir 2018. Itu menambahkan 0,09 poin persentase untuk pertumbuhan, menurut ONS.

Rekor pekerjaan dan peningkatan pendapatan riil membantu menopang pengeluaran konsumen, bagian terbesar dari ekonomi. Sebaliknya, bisnis memangkas pengeluaran, khawatir perlambatan ekonomi akan berubah menjadi kemerosotan jika Inggris akhirnya meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan untuk meredam tekanan tersebut.

Penjualan ritel tidak termasuk bahan bakar terakhir melihat kenaikan yang lebih lama di awal 2016. Namun laju pertumbuhan tahunan meningkat oleh angka-angka buruk pada Maret 2018, ketika Inggris dilanda salju dan suhu yang membeku. Keseluruhan penjualan melonjak 6,7 persen dari tahun sebelumnya di bulan Maret, laju tercepat sejak Oktober 2016, dan naik 5 persen per tahun di kuartal pertama.

Statistik mengatakan cuaca yang lebih hangat bulan lalu mendorong pengeluaran, dengan penjualan makanan juga pulih setelah bulan Februari yang lemah. Pakaian dan barang-barang rumah tangga mencatat kenaikan kuat, hanya sebagian diimbangi oleh penjualan yang lebih lemah di department store.

Pengecer non-toko, operator online, melihat penjualan melonjak 4,2 persen dalam sebulan dan sebesar 23 persen dalam setahun. Penjualan makanan naik 1,1 persen dari Februari.

Survei penjualan ritel dilakukan antara 24 Februari dan 30 Maret. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.