DJIA26870.85
LIVE0(0.00%)
NDX10701.68
LIVE0(0.00%)

Reli Minyak Berjalan Menjadi Bergejolak Setelah Meningkatnya Kasus Virus China


Thursday, 13 February 2020 13:17 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_05_price_-_350_4.jpg

Rebound harga minyak yang baru terjadi bergejolak setelah provinsi Hubei China melaporkan hampir 15.000 kasus virus corona baru ketika mengubah metode untuk menghitung infeksi.

Pemerintah provinsi yang menjadi pusat wabah mengatakan telah melakukan peninjauan terhadap kasus-kasus yang dicurigai di masa lalu dan merevisi datanya untuk memasukkan kasus-kasus yang “didiagnosis secara klinis” dalam pengungkapan hariannya. Pengumuman mendorong penurunan minyak mentah, yang telah naik hampir 5% sejak penutupan Senin di tengah optimisme bahwa virus itu mereda dan ekonomi global akan terhindar dari pelambatan besar. Namun, harga kemudian mencabut kembali sebagian dari keuntungan mereka sebelumnya.

Jumlah virus yang direvisi dapat memberikan tekanan lebih besar pada Rusia untuk mendukung rencana OPEC + untuk pengurangan output tambahan untuk mencoba dan menyeimbangkan pasar sebagai penghambat permintaan karena wabah. Dalam tanda lain pelemahan konsumsi, AS melaporkan kenaikan mingguan terbesar dalam stok minyak mentah dalam tiga bulan terakhir.

Sementara harga minyak sudah mulai terkonsolidasi, rebound tajam seharusnya tidak diharapkan, kata Howie Lee, seorang ekonom di Oversea-Chinese Banking Corp di Singapura. "Penurunan permintaan energi di Cina masih menjadi masalah bagi pasar."

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik 0,4% ke level $ 51,36 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:21 siang di Singapura. Itu naik sebanyak 1,5% sebelumnya sebelum turun 0,5% setelah angka virus dirilis. Kontrak naik 2,5% pada hari Rabu.

Brent untuk penyelesaian April naik 0,1% ke level $ 55,87 per barel di ICE Futures Europe exchange di London pada hari Rabu setelah melonjak 3,3% di sesi sebelumnya. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi $ 4,30 kepada WTI untuk bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.