DJIA22653.86
LIVE-26.13(-0.12%)
NDX8049.31
LIVE-32.35(-0.40%)

Minyak Mentah Bertahan Dibawah $ 50 Karena Respons Dari Dampak Virus


Tuesday, 11 February 2020 07:37 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_PO18_Crude_oil_jpg_2409316f.jpg

Minyak terperosok di bawah level $ 50 per barel di perdagangan Asia karena negara-negara penghasil utama terus gentar atas respons pasokan terhadap penyebaran virus korona dan dampaknya terhadap permintaan global.

Kontrak berjangka di New York naik 0,4%, setelah jatuh 1,5% pada hari Senin ke level terendahnya dalam setahun terakhir. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) tidak mungkin bertemu pada bulan Februari untuk membahas dampak virus pada pasar minyak, meninggalkan kemungkinan pengurangan produksi lebih lanjut di udara. Korban tewas dari wabah tersebut telah naik di atas 1.000.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk Maret naik 21 sen ke level $ 49,78 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 10:20 waktu Sydney. Minyak WTI untuk bulan Maret turun 75 sen untuk menetap di level $ 49,57 per barel pada hari Senin.

Brent untuk pengiriman April berakhir $ 1,20 lebih rendah pada level $ 53,27 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.