DJIA22653.86
LIVE-26.13(-0.12%)
NDX8049.31
LIVE-32.35(-0.40%)

Minyak Stabil Didekat Level $ 60 Setelah Trump Mengabaikan Serangan Iran


Thursday, 9 January 2020 07:42 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_blok-cepu-punya-cadangan-minyak-mentah-729-juta-barel-kapan-habisnya-u6ZhGAl0h9.jpg

Minyak stabil di dekat level $ 60 per barel karena meredanya ketegangan di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump mengabaikan dampak serangan Iran terhadap pangkalan militer Amerika di Irak.

Kontrak berjangka di New York bertambah 0,5% setelah mengalami penurunan terbesarnya dalam lebih dari sebulan terakhir pada hari Rabu, menghapus reli sebelumnya, karena Trump mundur dari jurang perang dengan Iran. Meski belum jelas apakah Republik Islam itu melakukan pembalasan atas pembunuhan jenderal utamanya, Pentagon mengatakan pihaknya yakin serangan rudal itu tidak dimaksudkan untuk menimbulkan korban.

Minyak mengalami awal yang kacau tahun ini setelah pembunuhan komandan militer paling kuat Iran Qassem Soleimani pekan lalu atas perintah Trump. Pada hari Rabu, Iran menembakkan lebih dari selusin peluru kendali di dua pangkalan A.S. di Irak sebagai pembalasan atas pembunuhan tersebut.

Kontrak berjangka untuk minyak West Texas Intermediate (WTI) bertambah 32 sen ke level $ 59,93 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 7:34 pagi di Singapura. Kontrak merosot 4,9%, atau $ 3,09, pada hari Rabu setelah melonjak sebanyak 4,7% di awal sesi. Brent berjangka melemah 4,2% ke level $ 65,44 pada hari Rabu setelah sebelumnya naik sebanyak 5,1%. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.