DJIA21636.78
LIVE-915.39(-4.06%)
NDX7588.37
LIVE-308.76(-3.91%)

Minyak Stabil Setelah Bergejolak Yang Dipicu Oleh Pertempuran AS-Iran


Tuesday, 7 January 2020 08:02 WIB

MinyakWTIMinyak WTI


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_00il.jpeg

Minyak bergerak stabil karena para investor mempertimbangkan risiko pasokan minyak di Timur Tengah akibat serangan udara A.S. yang menewaskan jenderal militer Iran yang paling kuat dan memicu peningkatan besar dalam permusuhan antara kedua negara.

Kontrak berjangka di New York sedikit menurun seiring pasar dibuka di Asia pada hari Selasa setelah dua hari perdagangan liar yang membawa harga ke level tertinggi sejak April sebelum turun ke sekitar level $ 63 per barel pada penutupan hari Senin.

Gedung Putih telah memerintahkan pasukan tambahan ke Timur Tengah setelah Iran berjanji untuk membalas terhadap pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani dan menteri pertahanan AS mengatakan mereka belum memutuskan apakah akan meninggalkan Irak setelah parlemen negara itu meminta pasukan Amerika untuk menarik diri. Sementara Departemen Luar Negeri memperingatkan peningkatan risiko serangan rudal di dekat fasilitas energi di Arab Saudi, pasokan minyak masih mengalir dari Teluk Persia tanpa gangguan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari turun 39 sen, atau 0,6%, ke level $ 62,88 / bbl di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:19 di Singapura. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.