DJIA22653.86
LIVE-26.13(-0.12%)
NDX8049.31
LIVE-32.35(-0.40%)

Minyak Stabil Karena Perhatian Beralih ke Pelonggaran Moneter Dari Persediaan


Thursday, 22 August 2019 14:11 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_OIL_02_487489313-1000x600.jpg

Minyak stabil setelah mengalami penurunan pertamanya minggu ini karena perhatian beralih dari memperluas stok bahan bakar Amerika ke prospek pelonggaran moneter saat para bankir sentral dunia berkumpul di Jackson Hole, Wyoming.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah setelah naik sebanyak 0,8% sebelumnya. Mereka telah pulih dari penurunan 1,2% pada hari Rabu yang dipicu oleh lonjakan yang mengejutkan dalam persediaan diesel dan bensin AS. Investor melihat penurunan suku bunga selanjutnya pada pertemuan Federal Reserve tanggal 17-18 September mendatang dan akan mengamati dengan cermat pidato Ketua Jerome Powell pada Jumat di retret kebijakan tahunan.

Minyak sedang menuju kenaikan mingguan pertama berturut-turut sejak Juni, dibantu oleh serangan pesawat tak berawak di ladang minyak Arab Saudi dan mengisyaratkan mencairnya hubungan perdagangan AS-China. Persediaan minyak mentah AS turun 2,7 juta barel pekan lalu, penurunan pertama dalam tiga minggu terakhir, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi pada hari Rabu.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober turun 4 sen ke level $ 55,64 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 7:55 pagi di London setelah naik sebanyak 43 sen sebelumnya. Kontrak telah menguat 1,4% sejauh minggu ini.

Brent untuk penyelesaian Oktober diperdagangkan 10 sen lebih rendah pada level $ 60,20 per barel di ICE Futures Europe Exchange. Minyak acuan global diperdagangkan dengan premi $ 4,57 untuk WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.