DJIA22653.86
LIVE-26.13(-0.12%)
NDX8049.31
LIVE-32.35(-0.40%)

Minyak Stabil Karena Penurunan Persediaan AS & Kekhawatiran Selama Perang Perdagangan


Thursday, 30 May 2019 20:32 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_Oil_sp_20180209151433_ZH.jpg

Minyak sedikit berubah karena tanda-tanda pasokan yang lebih ketat di AS mengimbangi kekhawatiran bahwa perang dagang yang berkepanjangan antara Amerika dan China akan mengurangi permintaan.

Kontrak berjangka di New York bertahan di bawah $ 59 per barel, menuju kerugian bulanan. American Petroleum Institute mengatakan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 5,27 juta barel pekan lalu, menunjukkan bahwa data pemerintah yang lebih komprehensif yang akan dirilis pada Kamis ini mungkin menunjukkan penurunan yang lebih besar daripada penurunan 1,36 juta barel yang diperkirakan oleh para analis.

Minyak menuju kerugian bulanan pertama tahun ini setelah gejolak gencatan senjata perdagangan antara AS dan China membuat prospek pertumbuhan global dipertanyakan. Volatilitas meningkat karena para pedagang terpecah antara berita utama perang dagang dan kekhawatiran bahwa ketegangan antara Amerika dan Iran dapat menyebabkan konflik di Teluk Persia yang kaya minyak.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli turun 3 sen ke level $ 58,78 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 8:02 waktu setempat, setelah tergelincir 0,6% pada hari Rabu. Kontrak turun 8% pada bulan ini.

Brent untuk penyelesaian Juli turun 67 sen ke level $ 68,78 per barel di ICE Futures Europe exchange London, setelah ditutup turun 0,9% pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global diperdagangkan dengan premi $ 9,98 per barel ke WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.