DJIA22653.86
LIVE-26.13(-0.12%)
NDX8049.31
LIVE-32.35(-0.40%)

Minyak Stabil Karena Risiko Politik Berbaur Dengan Kekhawatiran Ekonomi


Thursday, 18 April 2019 18:59 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_00crudeoil.jpg

Minyak stabil di bawah level $ 64 per barel di New York karena ancaman berkelanjutan untuk pasokan dari krisis politik diimbangi oleh indikator yang mengecewakan pada ekonomi global.

Kontrak berjangka untuk minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 12 sen, membawa kenaikan mereka minggu ini menjadi 0,2 persen. Indeks Manajer Pembelian (PMI), yang mengukur aktivitas sektor swasta di kawasan euro, secara tak terduga turun di bulan April, dan angka pabrik Jerman lebih rendah dari perkiraan. Namun, krisis yang meningkat di negara OPEC Libya mengancam untuk menambah gangguan di Venezuela dan Iran pada saat yang sama ketika anggota lain dengan sengaja menahan produksinya.

Harga minyak telah naik sekitar 40 persen di New York tahun ini karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya memangkas pasokan, yang semakin mendalam oleh krisis anggota OPEC, Venezuela dan Iran, yang keduanya dikenai sanksi Amerika. Tetapi reli telah kehilangan kekuatan di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi global, yang diperkirakan oleh Dana Moneter Internasional tahun ini akan menjadi yang terlemah dalam satu dekade terakhir.

WTI untuk pengiriman Mei adalah 22 sen lebih tinggi pada level $ 63,98 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:30 siang waktu London. Kontrak turun 29 sen ke level $ 63,76 pada hari Rabu setelah data A.S. menunjukkan kenaikan total stok minyak mentah dan produk olahan. Baik WTI dan Brent tidak akan melakukan perdagangan pada hari Jumat karena liburan Paskah.

Brent untuk penyelesaian bulan Juni naik 19 sen ke level $ 71,81 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak tergelincir 10 sen menjadi $ 71,62 pada hari Rabu dan berada di jalur untuk kenaikan 0,4 persen untuk minggu ini. Minyak mentah acuan global berada pada premi $ 7,73 untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.