DJIA22653.86
LIVE-26.13(-0.12%)
NDX8049.31
LIVE-32.35(-0.40%)

Minyak Turun Karena Kekhawatiran Ekonomi, Tertahan di Kisaran Tertipis Sejak 2017


Friday, 8 March 2019 18:49 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_0ilcrude.jpg

Minyak turun karena prospek ekonomi global yang melemah dan meningkatnya stok minyak mentah di AS mengisyaratkan bahwa pasar akan tetap dipasok dengan nyaman.

Kontrak berjangka di New York turun 1,7 persen. Minggu ini mereka berada di kisaran tersempit sejak Desember 2017 karena para pedagang menyeimbangkan kekhawatiran atas permintaan bahan bakar dan pertumbuhan ekonomi dengan pemangkasan pasokan agresif pada OPEC. Persediaan minyak mentah AS melonjak jauh lebih dari yang diperkirakan pada minggu lalu, menurut data pemerintah.

Harga minyak mentah tahun ini naik lebih dari 25 persen hingga pertengahan Februari karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan mitra-mitranya mengekang produksi, dan sanksi Amerika terhadap Iran dan Venezuela juga memperketat pasokan. Namun sejak saat itu reli terhenti. Bank Sentral Eropa memangkas perkiraan ekonomi, China mengurangi tujuannya untuk ekspansi dan OECD menurunkan proyeksi globalnya. Perang perdagangan AS-Tiongkok menambah ketidakpastian.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan April turun sebanyak $ 1 ke level $ 55,66 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 55,70 pada pukul 10:33 pagi di London. Harga turun 0,2 persen pada minggu ini.

Brent untuk penyelesaian bulan Mei merosot $ 1,21, atau 1,8 persen, ke level $ 65,09 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Premium minyak mentah acuan global atas WTI untuk bulan yang sama menyempit menjadi $ 9,04 per barel. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.