DJIA22653.86
LIVE-26.13(-0.12%)
NDX8049.31
LIVE-32.35(-0.40%)

Minyak Pertahankan Kenaikannya Di Atas $ 57 Seiring AS Perpanjang Perang Tarif Terhadap China


Monday, 25 February 2019 07:43 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_0il-prices-dip.jpg

Minyak mempertahankan kenaikannya di atas level $ 57 per barel karena AS memperpanjang tenggat waktu untuk kenaikan tarif yang direncanakan pada impor China dalam tanda-tanda kemajuan terbaru antara kedua negara selama negosiasi perdagangan.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah setelah naik 0,5 persen pada hari Jumat. Presiden Donald Trump mengatakan dalam tweet dia akan menunda kenaikan tarif, yang ditetapkan pada 1 Maret, setelah "kemajuan besar" dalam pembicaraan perdagangan. Sementara itu, rig minyak yang bekerja di AS turun untuk pertama kalinya dalam tiga minggu terakhir.

Dana lindung nilai bertaruh pada kenaikan harga minyak mentah Brent selama tujuh minggu berturut-turut, rangkaian penambahan terlama sejak Agustus 2017.

Rig minyak yang bekerja di AS turun empat angka menjadi 853 pada minggu lalu, menurut data yang dirilis pada Jumat lalu oleh penyedia jasa ladang minyak Baker Hughes.

Vitol Group. mengatakan harga minyak akan naik lebih lanjut karena pengurangan produksi OPEC dan sanksi Amerika terhadap Iran dan Venezuela menyebabkan "kekurangan" dari pengilangan minyak mentah berkualitas rendah yang diandalkan.

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan April diperdagangkan pada level $ 57,31 / bbl di Nymex, +5c, pada jam 8:35 pagi di Tokyo. Kontrak menguat 30c ke level $ 57,26 pada hari Jumat.

Brent untuk pengiriman bulan April naik 12c menjadi $ 67,24 / bbl di ICE Futures Europe exchange. Kontrak menguat 5c ke level $ 67,12 pada hari Jumat. Brent pada $ 9,91 premi untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.