DJIA22653.86
LIVE-26.13(-0.12%)
NDX8049.31
LIVE-32.35(-0.40%)

Minyak Tahan Kerugian Terkait Outlook Ekonomi yang Suram & Meningkatnya Pasokan AS


Thursday, 24 January 2019 08:06 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_usa-oil-demands.jpg

Minyak mempertahankan penurunannya di bawah level $ 53 per barel terkait prospek pertumbuhan ekonomi global yang semakin suram dengan tanda-tanda meningkatnya persediaan minyak mentah AS yang menambah kekhawatiran kelebihan pasokan.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah setelah turun 0,7 persen pada hari Rabu. Penutupan pemerintah yang diperpanjang dapat menghapus pertumbuhan ekonomi A.S. pada kuartal pertama 2019, menurut Kevin Hassett, penasihat ekonomi Presiden Donald Trump. Sementara itu, persediaan minyak mentah AS meningkat 6,55 juta barel pekan lalu, menurut laporan dari American Petroleum Institute, terhadap ekspektasi data pemerintah yang dijadwalkan pada hari Kamis akan menunjukkan penurunan ketujuh dalam delapan minggu terakhir.

Administrasi Informasi Energi diperkirakan akan melaporkan stok minyak mentah di AS turun 750.000 barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg

Produksi minyak dari tujuh daerah shale teratas di AS diperkirakan akan tumbuh pada laju paling lambat sejak Mei, setelah harga merosot pada kuartal keempat, menurut Administrasi Informasi Energi

Pasar minyak secara bertahap kembali menuju keseimbangan ketika OPEC mengendalikan output dan lonjakan shale yang melambat, menurut para eksekutif yang berkumpul di Davos

Minyak mentah WTI untuk pengiriman bulan Maret turun sebanyak 22c ke level $ 52,40 / bbl di Nymex, diperdagangkan di level $ 52,50 / bbl pada jam 8:49 di Tokyo. Kontrak merosot 39c ke level $ 52,62 pada hari Rabu.

Sedangkan minyak mentah Brent untuk pengiriman bulan Maret lebih rendah 36c menjadi $ 61,14 / bbl di ICE Futures Europe exchange pada hari Rabu. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.