DJIA22653.86
LIVE-26.13(-0.12%)
NDX8049.31
LIVE-32.35(-0.40%)

Minyak Pertahankan Kenaikan Dekati 2 Bulan Tertinggi Terkait Tanda-Tanda Perlambatan Produksi


Monday, 21 January 2019 13:20 WIB

MinyakWTIBrent


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_RTROPTP_3_OIL-ENERGY-OIL.jpg

Minyak mempertahankan kenaikannya di dekat level dua bulan tertinggi karena investor menilai tanda-tanda perlambatan pertumbuhan produksi AS terhadap sinyal yang bervariasi pada output dari koalisi OPEC +.

Kontrak berjangka di New York sedikit berubah setelah melonjak 3,3 persen pada hari Jumat. Jumlah rig minyak di AS turun ke level terendahnya sejak Mei lalu, menurut data dari Baker Hughes. Sementara itu, laporan dari Badan Energi Internasional menyarankan negara-negara non-OPEC yang berjanji untuk mengurangi produksi yang meninggalkan upaya itu pada Desember. Produksi dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak mengalami penurunan terbesarnya dalam hampir dua tahun terakhir pada bulan yang sama.

Minyak memulai awal terbaiknya untuk setahun terakhir sejak 2001 silam setelah merosot hampir 40 persen pada kuartal terakhir di tengah kekhawatiran pasokan global dan konsumsi yang lebih rendah. IEA yang berbasis di Paris mengharapkan permintaan yang relatif kuat tahun ini meskipun ada tanda-tanda perlambatan ekonomi global. Sementara itu, OPEC dan mitra-mitranya termasuk Rusia telah mulai memangkas produksi untuk menyeimbangkan pasar pada saat output AS diperkirakan akan terus tumbuh.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk Februari diperdagangkan 21 sen lebih tinggi pada level $ 54,01 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 12:05 siang di Tokyo. Kontrak melonjak $ 1,73 ke level $ 53,80 pada hari Jumat untuk ditutup pada level tertinggi sejak 21 November lalu, membatasi kenaikan mingguan sebesar 4,3 persen.

Brent untuk penyelesaian Maret naik 26 sen menjadi $ 62,96 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak naik $ 1,52 ke level $ 62,70 pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global berada pada premi $ 8,70 untuk WTI pada bulan yang sama. (knc)

Sumber : Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.