DJIA25706.71
LIVE-361.05(-1.39%)
NDX10754.59
LIVE87.89(0.82%)

Penguatan Euro Mendukung Mata Uang Asia Pasca Stimulus ECB


Friday, 5 June 2020 08:05 WIB

Indeks Dolar EuroDolar ASDolar Australia,Yen Jepang


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY3_00euro.jpg

Euro pertahankan keuntungan besar pada hari Jumat setelah Bank Sentral Eropa memperbesar stimulusnya lebih dari yang diharapkan untuk menopang perekonomian yang dekat dengan resesi terburuk sejak Perang Dunia Kedua.

Keuntungan euro membantu mendukung minat untuk mata uang berisiko di Asia dengan dolar Australia mempertahankan kenaikan dan dolar Hong Kong lebih tinggi.

ECB meningkatkan skema pembelian obligasi darurat sebesar 600 miliar euro, lebih dari 500 miliar yang diperkirakan oleh pasar, menjadi 1,35 triliun dan memperpanjang skema hingga pertengahan 2021.

Euro berada di  $ 1,1338, setelah naik ke setinggi $ 1,1362 pada hari Kamis, level tertinggi dalam hampir tiga bulan. Puncaknya 9 Maret di $ 1,1495 sekarang dilihat sebagai target berikutnya yang memungkinkan. Pada minggu ini, mata uang tunggal tersebut telah naik 2,1% dan bersiap untuk meraih kenaikan minggu ketiga berturut-turut.

Indeks dolar berada di jalur untuk penurunan minggu ketiga berturut-turut di 96,743, level terendah dalam hampir tiga bulan.

Dolar diperdagangkan pada 109,11 yen, diluar tertingginya dua bulan dalam perdagangan AS. Spekulasi yang tidak berujung pada mata uang safe-haven mencerminkan optimisme luas di pasar keuangan karena pelonggaran pembatasan jarak sosial mendukung harapan pemulihan ekonomi.

Dolar Australia, sering dilihat sebagai proxy risiko di pasar mata uang, berada di $ 0,6947, setelah mencapai tertingginya lima bulan dari $ 0,6987 pada hari Kamis.(mrv)

Sumber: Reuters


RELATED NEWS

  • Dolar AS jatuh terhadap sebagian besar mata uang pada hari Kamis karena reli pada aset berisiko seperti ekuitas global dan komoditas membuat penyimpangan dalam permintaan safe-haven untuk mata uang A....
  • Dolar jatuh pada hari Rabu, menahan daya tarik safe-haven untuk saat ini, karena saham AS menguat, meskipun sentimen tetap berhati-hati di tengah kebangkitan kasus virus corona secara global, terutama...

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.