DJIA26075.30
LIVE368.59(1.43%)
NDX10836.33
LIVE81.74(0.76%)

Dolar Bertahan Ditengah Meningkatnya Ketegangan AS-Tiongkok


Thursday, 28 May 2020 09:09 WIB

DOLLAR


c_740_198_16777215_00_images_assets_CURRENCY_11ASdolar-hoy-2172338w620.jpg

Dolar bertahan pada hari Kamis karena meningkatnya ketegangan Sino-AS membuat tekanan pada yuan Tiongkok dan terbukti sebagai penyeimbang terhadap optimisme tentang pemulihan coronavirus.

Perang kata-kata yang meningkat antara dua ekonomi terbesar di dunia juga meluap ke dolar Australia dan Selandia Baru, karena suasana hati yang jauh lebih hati-hati bertahan di pasar mata uang dibandingkan dengan saham-saham yang sedang naik daun.

Hong Kong adalah titik nyala terbaru, dengan Sekretaris Negara AS Mike Pompeo mengatakan pada hari Rabu bahwa rencana China untuk memberlakukan undang-undang ada "hanya yang terbaru dari serangkaian tindakan yang secara mendasar merusak" otonomi dan kebebasan kota.

Yuan China, barometer hubungan AS-Cina, mencapai rekor terendah 7,1966 per dolar dalam perdagangan semalam dan bertahan dekat dengan tingkat itu pada hari Kamis di 7,1805.

Aussie dan kiwi merosot dari level dua bulan tertinggi di sesi London dan terhenti, bahkan ketika pembukaan kembali ekonomi dunia membuat pasar saham menguat. Aussie terakhir diperdagangkan di level $ 0,6621 dan kiwi berada di level $ 0,6188.

Di tempat lain, dolar sedikit menguat terhadap yen Jepang, di level 107,83 yen per dolar, dan sentuhan melemah pada euro dan pound.

Terhadap sekelompok mata uang itu stabil di level 98,863, sebagian kecil di atas level terendah dua bulan semalam.

Euro naik ke rekornya delapan minggu dari $ 1,1031 pada hari Rabu, naik di atas rata-rata bergerak 200 hari, setelah eksekutif Uni Eropa meluncurkan rencana 750 miliar euro untuk menopang ekonomi yang terkena virus blok itu.

Itu mundur karena keraguan atas jalan ke depan dalam mencapai rencana muncul dan terakhir berada di level $ 1,1021. Pound berada di level $ 1,2263. (knc)

Sumber : Reuters


RELATED NEWS

  • Dolar AS jatuh terhadap sebagian besar mata uang pada hari Kamis karena reli pada aset berisiko seperti ekuitas global dan komoditas membuat penyimpangan dalam permintaan safe-haven untuk mata uang A....

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.