DJIA28722.85
LIVE187.05(0.66%)
NDX9093.17
LIVE140.99(1.57%)

Minyak AS mencapai tertinggi dalam lebih dari sebulan di tengah badai Teluk Meksiko, ketegangan Iran


Thursday, 11 July 2019 08:33 WIB

MinyakWTIBrentOil,Minyak Berjangka


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_oiloiloil.jpg

Minyak berjangka AS mencapai level tertinggi dalam lebih dari sebulan pada hari Kamis karena potensi badai mengancam produksi minyak mentah di Teluk Meksiko dan seiring insiden yang melibatkan kapal tanker Inggris di Timur Tengah menyoroti ketegangan yang sedang berlangsung di sana.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 11 sen menjadi $ 60,54 per barel pada pukul 00:55 GMT, setelah sebelumnya menyentuh tertinggi sejak 23 Mei di $ 60,63. Mereka naik 4,5% di sesi sebelumnya.

Minyak mentah berjangka Brent turun 5 sen, atau 0,1%, pada $ 66,96 per barel, setelah berakhir Rabu naik 4,4%.

Lima kapal yang diyakini milik Pengawal Revolusi Iran mendekati sebuah kapal tanker minyak Inggris pada hari Rabu dan memintanya untuk berhenti di perairan dekat Iran, tetapi kemudian mundur setelah kapal perang Inggris memperingatkan mereka melalui radio, menurut seorang pejabat pertahanan AS pada hari Kamis.

Ketegangan yang meninggi di Timur Tengah terjadi setelah serangan terhadap tanker dan jatuhnya pesawat AS oleh Iran bulan lalu, menyusul penarikan sepihak Presiden Donald Trump dari perjanjian multi-partai dengan Teheran untuk mengakhiri program nuklirnya.

Produsen minyak AS pada hari Rabu memotong hampir sepertiga dari produksi minyak mentah Teluk Meksiko karena terjadi salah satu badai besar pertama musim badai Atlantik mengancam produksi minyak lepas pantai dan mulai merendam Louisiana dengan hujan lebat.(Arl)

Sumber : Reuters


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.