DJIA25628.90
LIVE-623.34(-2.37%)
NDX7465.00
LIVE-242.43(-3.15%)

Minyak Turun Seiring Meningkatnya Stok AS. Dan Trump Menuntut Harga yang Lebih Rendah


Thursday, 22 November 2018 11:13 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_Oil3_0il.jpg

Minyak diperdagangkan di bawah $ 55 per barel seiring peningkatan persediaan minyak mentah Amerika yang ditambahkan ke sentimen bearish dengan tweet lain dari Donald Trump yang menyerukan harga untuk menjadi lebih rendah lagi.

Minyak berjangka turun sebanyak 0,6 persen di New York, setelah keuntungan 2,3 persen pada Rabu memangkas beberapa kerugian dari kekalahan awal pekan ini. Persediaan minyak mentah AS meningkat untuk pekan kesembilan berturut-turut, kenaikan terpanjang sejak Maret 2017, menurut data pemerintah yang dirilis Rabu. Sementara itu, Trump berterima kasih kepada Arab Saudi atas harga minyak yang lebih rendah dalam tweetnya, tetapi juga mengatakan "mari kita bergerak lebih rendah!"

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari kehilangan sebanyak 35 sen menjadi $ 54,28 per barel di New York Mercantile Exchange, dan berada di $ 54,35 pada 11:36 pagi di Singapura. Kontrak naik $ 1,20 menjadi $ 54,63 pada hari Rabu, setelah jatuh sebanyak 6,6 persen di sesi sebelumnya. Total volume yang diperdagangkan adalah 28 persen di bawah rata-rata 100 harinya.

Brent untuk pengiriman Januari turun 35 sen, atau 0,6 persen, menjadi $ 63,13 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London. Kontrak ditutup 1,5 persen lebih tinggi pada $ 63,48 pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 8,79 untuk WTI bulan yang sama, di jalur untuk premi paling kecil sejak 21 September.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.