DJIA25962.44
LIVE-173.35(-0.66%)
NDX7664.47
LIVE-54.85(-0.71%)

Minyak Pertahankan Gain seiring Penurunan Persediaan Bahan Bakar AS


Thursday, 22 November 2018 07:58 WIB

Minyak WTIbrent oilOil,Crude Oil


c_740_198_16777215_00_images_assets_OIL2_5bfc09d3405241b4ae96129349c8310a_18.jpg

Minyak pertahankan kenaikan di atas $ 54 per barel karena penurunan persediaan bahan bakar AS menangkal peningkatan cadangan minyak mentah dan tweet lain dari Presiden Donald Trump yang menyerukan untuk menurunkan harga.

Minyak berjangka di New York sedikit berubah pada hari Kamis. Harga rebound 2,3 persen pada hari Rabu dari level terendahnya dalam lebih dari setahun setelah data pemerintah mengisyaratkan permintaan bahan bakar stabil dengan penurunan dalam persediaan bensin dan distilasi bahkan ketika stok minyak mentah naik untuk pekan kesembilan. Sementara itu, Trump dalam tweetnya berterima kasih kepada Arab Saudi untuk harga minyak yang lebih rendah, tetapi juga mengatakan "mari kita turunkan harga menjadi lebih rendah!"

WTI untuk pengiriman Januari turun sebanyak 13 sen menjadi $ 54,76 per barel pada Nymex, diperdagangkan di $ 54,62 per barel pada 9:16 di Tokyo. Kontrak menguat $ 1,20 hingga $ 54,63 pada hari Rabu. Total volume WTI yang diperdagangkan Kamis adalah 67% di bawah rata-rata 100-harinya.

Brent Januari menguat 95 sen ditutup pada $ 63,48 per barel di ICE Futures Europe exchange pada hari Rabu. Sesi Brent berakhir pada premi sebesar $ 8,85 untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg


RELATED NEWS

POPULAR NEWS

DISCLAIMER

Seluruh materi atau konten yang tersaji di dalam website ini hanya bersifat informatif saja, dan tidak dimaksudkan sebagai pegangan serta keputusan dalam investasi atau jenis transaksi lainnya. Kami tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang timbul dari penyajian konten tersebut. Semua pihak yang mengunjungi website ini harus membaca Terms of Service (Syarat dan Ketentuan Layanan) terlebih dahulu dan dihimbau untuk melakukan analisis secara independen serta memperoleh saran dari para ahli dibidangnya.